Indeks Ketimpangan Gender DIY Jadi yang Terendah di Indonesia
Angka IKG DIY pada tahun 2023 mencapai 0,098, menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 0,240.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
Perbaikan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan capaian dimensi kesehatan reproduksi.
Perbaikan dimensi kesehatan reproduksi sendiri dipengaruhi oleh indikator perempuan melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan yang turun dari 1,6 persen pada tahun 2022 menjadi 0,0 persen pada tahun 2023.
"Dimensi kesehatan reproduksi juga didukung oleh perbaikan indikator perempuan yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun. Indikator tersebut turun dari 14,6 persen pada tahun 2022 menjadi 13,0 persen pada tahun 2023," tutur Erlina.
Perbaikan dimensi pemberdayaan dipengaruhi oleh perbaikan indikator pendidikan.
Semakin kecil kesenjangan perempuan berbanding laki laki di dalam menempuh Pendidikan tingkat sekolah menengah atas yaitu 51,12 persen untuk laki laki dan 47,62 persen untuk perempuan. Atau hanya 4,5 persen kesenjangannya.
Sementara indikator keterwakilan perempuan di legislatif juga semakin kecil kesenjangannya yaitu 78,18 persen untuk laki laki berbanding 21,82 persen.
Perbaikan Dimensi Pasar Kerja juga menunjukkan angka yang semakin mengecil kesenjangannya yaitu 19,01 persen untuk indikator Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).
Untuk Indeks Ketimpangan Gender Kabupaten paling kecil atau paling baik oleh Kabupaten Sleman yaitu 0,116 persen sementara kesenjangan tertinggi oleh Kabupaten Gunungkidul 0,183 persen.
"Ketimpangan gender di DIY semakin mengecil dan dapat diartikan sebagai keberhasilan upaya perwujudan kesetaraan gender karena semakin rendahnya ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Namun meski begitu, DIY harus tetap berbenah dan semakin meningkatkan upaya perwujudan kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan," pungkasnya. (*)
| Sekolah Terdampak Tol Jogja–Solo, SD Nglarang Pindah ke Lahan Baru Seluas 4.800 m² |
|
|---|
| Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| Mogok Kerja Pertama Sejak 1998, Buruh PT Taru Martani Desak Manajemen Penuhi Tiga Tuntutan |
|
|---|
| DIY Alami Inflasi Bulanan Sebesar 0,68 Persen pada Februari 2026 |
|
|---|
| Tren Konsumsi di Kota Yogyakarta Berubah, Cabai Rawit Jadi Pemicu Inflasi Februari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tugu-Golong-Gilig-atau-Tugu-Jogja-atau-Tugu-Pal-Putih.jpg)