Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 20 April 2024: Teramati 3 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Bebeng

Gunung Merapi teramati mengeluarkan 3 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter. Hal ini berdasarkan pengamatan

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau Kamis (25/1/2024) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengeluarkan 3 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Hal ini berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pukul 00:00 - 06:00 WIB.

Secara meteorologi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara 16-20 °C, kelembaban udara 62-99 persen, dan tekanan udara 836.3-918.3 mmHg.

Baca juga: INFO BMKG DIY Prakiraan Cuaca Hari Ini di DI Yogyakarta Sabtu 20 April 2024

Visual Gunung Merapi jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.

Kegempaan guguran (Jumlah : 8, Amplitudo : 2-21 mm, Durasi : 63.24-144 detik).

Hybrid/Fase Banyak (Jumlah : 19, Amplitudo : 3-18 mm, S-P : 0.4-0.5 detik, Durasi : 6.4-9.3 detik).

Vulkanik Dangkal (Jumlah : 7, Amplitudo : 24-80 mm, Durasi : 7.2-24.88 detik).

Tektonik Jauh (Jumlah : 3, Amplitudo : 3-58 mm, S-P : 7.68-8.04 detik, Durasi : 42.6-74.1 detik).

Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved