Versi 1 : Contoh Naskah Pidato Syawalan 1445 Hijriah, Langsung Siap Digunakan

Berikut ini merupakan naskah pidato syawalan 1445 hijriah yang bisa Anda ubah atau langsung bisa digunakan

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Tribun Jogja
Ilustrasi acara Syawalan yang menjadi momentum untuk saling maaf memaafkan 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan 1445 Hijriah, umat muslim akan memasuki bulan Syawal. Momentum ini pada umumnya diisi dengan berbagai kegiatan semisal berkunjung ke sanak famili untuk saling maaf memaafkan.

Acara syawalan ini merupakan momen penting yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim sebagai ajang untuk berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, dan menyebarkan kebahagiaan.

Di tingkat lingkungan, momen syawalan kerap kali digelar dengan meriah. Biasanya dengan melibatkan seluruh warga di satu lingkungan. Kemudian mereka bersama-sama membaca ikrar syawalan.

Nah untuk mempersiapkan hal itu, berikut ini merupakan naskah pidato syawalan 1445 Hijriah yang bisa Anda gunakan terutama bagi Anda yang ditunjuk sebagai panitia acara syawalan. Naskah pidato syawalan ini bisa Anda ubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan Anda. Namun apabila tidak diubah pun, nasakah pidato syawalan ini sudah dalam bentuk jadi, alias bisa langsung digunakan.

Berikut contoh naskah pidato syawalan 1445 hijriah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang terhormat para hadirin yang saya hormati,

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di hari yang penuh berkah ini dalam acara syawalan 1445 hijriah.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita panjatkan puji syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang telah memberikan kita kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dan mencapai kemenangan besar di hari saya Idul Fitri ini.

Hadirin yang saya hormati, syawalan tidak hanya tentang merayakan kesuksesan kita dalam menunaikan ibadah puasa, tetapi juga tentang bagaimana mempererat tali silaturahmi, memaafkan satu sama lain, dan menyebarkan kasih sayang serta kebahagiaan kepada sesama umat manusia.

Hari ini, kita merayakan kemenangan spiritual ini dengan hati yang penuh kebahagiaan dan penuh rasa syukur.

Hadirin sekalian,

Dalam menghadapi cobaan dan tantangan, Ramadhan telah mengajarkan kita banyak pelajaran berharga. Kita belajar untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga semangat dan pembelajaran ini tetap terjaga dan terus membimbing kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang indah ini, marilah kita mengingat kembali pesan Rasulullah SAW, yang mengatakan bahwa “orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” Oleh sebab itu, marilah kita tingkatkan kebaikan dalam perilaku kita sehari-hari, terutama dalam hal bersikap baik, jujur, dan penuh kasih sayang kepada sesama.

Selain itu, mari kita juga memberikan perhatian lebih besar kepada mereka yang membutuhkan. Mari kita saling membantu, saling berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved