kuliner Jogja

Rekomendasi Kuliner Jogja: 6 Jajanan Khas Kotagede yang Banyak Diburu Wisatawan

Selain menjadi pusat kebudayaan, Kotagede memiliki kekayaan kearifan lokal berupa sajian kuliner yang khas.

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Oleh-oleh khas Kotagede, yangko 

TRIBUNJOGJA.COM - Yogyakarta tak hanya dikenal karena keindahan budayanya yang kaya, tetapi juga karena kekayaan kuliner yang memikat.

Dari jajanan kaki lima hingga hidangan istana, setiap gigitan memperkenalkan kita pada keunikan cita rasa dan sejarah yang mendalam.

Salah satu kawasan yang kaya akan kuliner adalah Kotagede.

Kotagede tidak hanya sebuah tempat bersejarah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan dan kearifan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Dengan kekayaan kearifan lokal tersebut, tentu saja Kotagede memiliki banyak sajian kuliner yang khas.

Kebanyakan, makanan ini adalah jajanan pasar dan telah turun temurun dipertahankan oleh masyarakat Kotagede. Bahkan ada sajian yang dikemas untuk oleh-oleh.

Aneka jajanan ini dapat anda temukan di Pasar Legi Kotagede.

Berikut rekomendasi kuliner jajanan khas Kotagede :

1. Kipo

Kipo
Kipo (Dok)

Jika berkunjung ke Kotagede, jangan sampai anda melewatkan makanan ringan satu ini.

Kipo merupakan kue khas Kotagede yang terbuat dari campuran bahan ketan, santan, garam, dan gula kemudian dikukus serta dibakar.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Jogja: Warung Jamu yang Tradisional hingga Kekinian

Ukurannya kecil dan bewarna hijau dengan beberapa bagian nampak hasil pembakaran.

Disebut Kipo karena berasal dari pertanyaan “iki apa” (ini apa)?, oleh orang yang akan memakannya.

2. Kembang Waru

Kue khas Kotagede Yogyakarta bernama Kue Kembang Waru.
Kue khas Kotagede Yogyakarta bernama Kue Kembang Waru. (tribunjogja)

Salah satu kue tradisional Kotagede ini terbuat dari tepung beras yang dicetak ke dalam cetakan berbentuk bunga dari Pohon Waru.

Kue Kembang Waru terbuat dari campuran tepung, telur, gula pasir, mentega, vanili, dan kayu manis yang dimasukkan ke dalam cetakan kembang waru, kemudian dipanggang.

Bentuknya harus menyerupai bunga berkelopak delapan yang artinya hasto broto atau delapan jalan utama.

Di antaranya matahari, bulan, bintang, tirta (air), kismo (tanah), maruto (angin), awan, dan samudra. Harapannya, setelah makan, kita bisa menjiwai dan mengamalkan delapan jalan utama tersebut.

3. Yangko

Yangko jajanan khas Kotagede
Oleh-oleh khas Kotagede, yangko

Yangko ini sangat mewakili Kotagede, karena yangko sendiri berawal kiyangko singkatan dari (ki tiyang Kota Gedhe, artinya ini orang Kotagede).

Yangko terbuat dari ketan yang dikukus dan mempunyai makna mempererat persaudaraan, seperti tekstur dari ketan yang cenderung lengket.

Saat ini banyak terdapat toko oleh-oleh yang menyajikan yangko dengan aneka rasa.

4. Ukel dan Banjar

Kue-kue renyah dan empuk ini terbuat dari tepung terigu dan telur sebagai bahan utamanya.

Ukel dan banjar dibuat dengan cara yang sama hanya dibedakan pada saat finishing.

Ukel adalah bentuk yang telah diberi finishing berupa gula halus, sedangkan banjar sebelum diberi finishing.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Jogja: 6 Cokelat Khas Jogja yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh

5. Legomoro

Legomoro serupa dengan lemper, yaitu makanan yang berasal dari ketan dengan isian daging ayam yang dibungkus dengan daun pisang.

Yang menjadi pembedanya adalah cara membungkusnya, kalau lemper biasanya menggunakan daun pisang dan lidi di sisi kanan dan kiri sedangkan Legomoro menggunakan daun pisang yang diikat dengan tali bambu.

Cara mengikatnya pun juga ada unik, ada yang menggunakan dua tali dan tiga tali.

6. Jadah Manten

Filosofi Jadah Manten dan Legomoro yang selalu hadir dalam prosesi pernikahan Jawa
Filosofi Jadah Manten dan Legomoro yang selalu hadir dalam prosesi pernikahan Jawa (Istimewa)

Jajanan tradisional yang unik dan paling favorit di Kota Gede Yogyakarta. Bentuknya sangat unik dan rasanya enak, karena terbuat dari ketan dengan isian daging ayam gurih.

Jadah ini tambah enak karena dibakar dan dapat dinikmati dengan secangkir teh panas atau kopi hitam.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved