Kuliner Jogja

Rekomendasi Kuliner Jogja: Warung Jamu yang Tradisional hingga Kekinian

Selain digunakan sebagai pengobatan tradisional, jamu juga semakin populer dalam industri wellness.

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
istimewa
Kafe jamu Acaraki Gama di UGM 

TRIBUNJOGJA.COM - Jamu adalah salah satu tradisi pengobatan herbal yang berasal dari Indonesia.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, akar, daun, dan buah-buahan yang diyakini memiliki manfaat penyembuhan dan pencegahan penyakit.

Jamu telah ada sejak zaman kuno di Indonesia dan masih menjadi bagian penting dari budaya dan tradisi pengobatan di negara ini.

Selain digunakan sebagai pengobatan tradisional, jamu juga semakin populer dalam industri wellness.

Wellness tourism, atau pariwisata kesehatan, adalah industri pariwisata yang berkembang pesat yang menawarkan pengalaman yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan.

Dalam konteks wellness tourism, jamu sering diintegrasikan ke dalam paket perjalanan atau program retret kesehatan.

Selain itu, Budaya Sehat Jamu, atau Jamu Wellness Culture, resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda ke-13 dari Indonesia yang diinskripsi ke dalam Representative List of the Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.

Berkunjung ke Yogyakarta sekalian wisata menikmati jamu dan bahan jejamuan lainnya bisa kalian nikmati dan kunjungi, diantaranya :

1. Jamu Ginggang

Jamu Ginggang, jamu racikan abdi dalem Kadipaten Pakulaman sejak Sri Paduka Paku Alam VII yang tetap lestari hingga kini, Minggu (23/01/2022)
Jamu Ginggang, jamu racikan abdi dalem Kadipaten Pakulaman sejak Sri Paduka Paku Alam VII yang tetap lestari hingga kini, Minggu (23/01/2022) (TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani)

Berlokasi di Jalan Masjid Pakualaman Kota Yogyakarta yang tak jauh dari Puro Pakualaman,warung Jamu Ginggang sudah beroperasi sejak tahun 1950  hingga kini  masih mempertahankan resep dan ramuan dari pendahulunya yang merupakan abdi dalem Puro Pakualaman yang merupakan seorang pembuat jamu untuk Kanjeng Sinuwun Paku Alam VII.

Warung Jamu Ginggang mempertahankan suasana bangunan bergaya klasik menghadap utara dengan papan nama bertuliskan “Ginggang” dengan interior ala tempo dulu.

Berbagai pilihan jamu tersedia disini dengan racikan sesuai dengan kebutuhan konsumen, mulai dari beras kencur, kunir asem, temulawak, galian singset, sehat pria, sehat wanita, paitan, dan racikan sesuai keluhan kesehatan konsumen.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner: 8 Tempat Sarapan Nikmat di Pusat Kota Jogja

2. Jamu Jawa Tradisional Lugu Murni

Jamu Jawa Tradisional Lugu Murni
Jamu Jawa Tradisional Lugu Murni

Jamu Jawa Tradisional Lugu Murni merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi dan menjual jamu tradisional Jawa. UKM ini berlokasi di Jalan Brigjend Katamso No 200 Yogyakarta.

Jamu Jawa Tradisional Lugu Murni berdiri sejak tahun 1960. Pada awalnya, usaha ini hanya dikelola ole ahli jamu yang telah mempelajari berbagai macam resep jamu tradisional turun temurun.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved