Mudik Lebaran 2024

Jelang Arus Mudik Lebaran 2024, Polres dan Dishub Bantul Lakukan Pemetaan Area Rawan Kecelakaan

Hal itu dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masa arus mudik Lebaran 2024.

|
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ilustrasi : SAR DIY Distrik Bantul, TNI Polri dan sejumlah relawan, membantu wisatawan yang tidak kuat menaklukkan tanjakan di Jalur Cinomati, Bantul (foto diambil saat libur natal dan tahun baru 2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul melakukan pemetaan jalur rawan bencana maupun kecelakaan di wilayah Bantul.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masa arus mudik Lebaran 2024.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffri Prana Widnyana, berujar jalur rawan bencana terdapat di beberapa titik lokasi dengan potensi terjadinya bencana banjir. 

Seperti di Jalan Parangtritis kilometer 21 atau tepatnya di Padukuhan Klegen, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong dan Jalan Samas, Padukuhan Karen, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada Sabtu (30/3/2024) lalu.

"Di lokasi itu ada Dam yang digunakan untuk irigasi pertanian, sehingga saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan pintu Dam tidak dibuka, air bisa meluap ke jalan raya," ujarnya kepada wartawan, Minggu (31/3/2024).

Sementara itu, untuk jalur yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, kata Jeffry, ada beberapa ruas jalan.

Beberapa di antaranya berupa Jalan Srandakan, Jalan Bantul, Jalan Jogja-Wonosari, Jalan Jogja-Wates dan Jalan Parangtritis.

"Jalan Srandakan dan Jalan Parangtritis (Simpang Druwo-Simpang Bakulan) itu rawan, kemudian juga ada ruas Jalan Imogiri Timur dan Jalan Imogiri-Dlingo," tutur Jeffry.

Maka dari itu, Jeffry mengimbau kepada masyarakat yang hendak melaksanakan mudik dan masuk ke DIY umumnya, maupun Kabupaten Bantul khususnya untuk berhati-hati dan patuhi peraturan lalu lintas.

"Kami mengimbau kepada pengguna jalan terutama bagi para pemudik agar tetap berhati-hati dan waspada, serta patuhi peraturan lalu lintas di jalan raya," pesannya. 

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, juga menyebut sudah melakukan pemetaan di area rawan kecelakaan.

Lokasi pemetaan tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan  oleh Polres Bantul

Bahkan, pihaknya berencana menambah rambu-rambu lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang merupakan pintu masuk arus mudik dan area rawan kecelakaan.

"Untuk sarana prasarana perlengkapan jalan, kami lengkapi secara bertahap. Baik itu rambu penunjuk arah, rambu-rambu lalu lintas, maupun lampu penerang jalan," ucap dia.

Dishub Bantul pun akan mendirikan pos pantau pada jalur mudik yang berada di pintu-pintu masuk Bumi Projotamansari pada H-7 sampai H+7  Idulfitri 2024.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved