Kawasaki Binter Merzy yang Langsam dan Nyaman Buat Touring
Bagi penghobi motor lawas jenis naked bike, Kawasaki Binter Merzy masih bergengsi untuk dimiliki hingga saat ini.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kata ‘berjodoh’ tak hanya berkaitan dengan mencari pasangan atau kekasih saja. Namun bagi sebagian orang, berjodoh bisa juga diartikan mendapatkan barang yang diinginkannya.
Seperti halnya yang dialami oleh Alandika (23) pemuda Warga Kota Yogyakarta yang berjodoh dengan Kawasaki Binter Merzy keluaran tahun 1980.
Sebenarnya ini bukan pertama kali, Alan memiliki motor lawas, ia sempat merawat Honda CB klasik yang dibuat bergaya British.
Jauh sebelum itu, Alan mengakui bahwa sebenarnya sejak dulu ia berkeinginan untuk memiliki Binter Merzy, namun cita-cita itu baru kesampaian sekitar dua tahun lalu.
“Sebelum dapat motornya, saya terlebih dulu dapat sobekan kertas iklan dari majalah lama tahun 1980. Akhirnya saya bisa mendapatkan Binter Merzy yang tahunnya sesuai dengan tahun dibuatnya iklan tersebut. Dan ternyata iklan jadul itu diterbitkan pada tanggal dan bulan yang sama dengan ulang tahun saya, yakni 8 November,” ujarnya.
Maka dari itu, ia merasa semesta merestui ia berjodoh dengan Binter Merzy-nya tersebut.
Bagi penghobi motor lawas jenis naked bike, Kawasaki Binter Merzy masih bergengsi untuk dimiliki hingga saat ini.
Dengan bentuk tangki mengotak dan lampu depan bulat, desain Kawasaki Binter Merzy sekilas memang terlihat biasa saja untuk ukuran motor era 80-an. Namun mesin 4 tak , 1 silinder dengan kapasitas 200CC membuat motor ini makin bertenaga.
“Motor ini memiliki langsam yang khas seperti motor Inggris yang single. Larinya juga nggak kencang-kencang amat, tapi enak buat touring. Motor juga tidak berat. Buat boncengan enak karena panjang dan pengereman juga sudah pakai disc brake,” terangnya.
Baca juga: Melihat Inovasi LibOChem di SMK Negeri 2 Depok, Selasar Literasi Tingkatkan Minat Baca Siswa
Adapun langsam adalah istilah populer ketika kendaraan dalam kondisi stasioner yang stabil dan terdengar tempo yang nyaman di telinga. Apalagi Binter Merzy miliknya telah dibekali knalpot dari BSA.
Lebih lanjut terkait spesifikasi motor miliknya, Alan mengaku tak melakukan banyak perubahan.
Hanya saja untuk pengapian yang dari platina diubah ke CDI.
Suspensi depan belakang tetap standar Binter Merzy, yang dipasangkan dengan ban yang dibuat sedikit gemuk yakni ukuran 350-18 depan dan 400-17 di bagian belakang.
“Tak banyak perubahan, yang penting fungsi bisa dipakai jalan jauh,” katanya.
Terbukti ia pernah melakukan touring Jogja-Bali PP tanpa kendala.
Bahkan ia melakukan touring berboncengan dengan ayahnya. Untuk perjalanan jarak jauh, motor ini tak membuatnya merasa capek. Bahkan dalam waktu dekat, ia akan kembali melakukan touring, kali ini ke Bandung PP.
“Untuk postur riding, stangnya pas buat saya, santai rileks. Kendala mungkin di jok yang sudah repro, busanya terlalu keras. Jadi setiap 100km pantat panas, harus istirahat, baru jalan lagi,” ungkapnya.
| Kenali Fitur Side Stand Switch bagi Pengendara Sepeda Motor |
|
|---|
| Proporsi dan Gaya Balap dalam Cafe Racer Garapan Mayeng Custom Garage |
|
|---|
| Rasakan Kegilaan Karya Builder di Kustomfest 2025, 4-5 Oktober di JEC |
|
|---|
| Menjaga Orisinalitas Vespa Sprint 73 dengan Sentuhan Modifikasi Modern |
|
|---|
| Komunitas Vespa 60s Jogja Gelar Touring ‘Road to Jakarta’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kawasaki-Binter-Merzy-yang-Langsam-dan-Nyaman-Buat-Touring.jpg)