Pasar Murah Ramadan Purworejo, Tiga Ton Beras dan Bahan Pokok Ludes

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. DKUKMP Kabupaten Purworejo
Puluhan warga Purworejo tampak menyerbu lapak Pasar Murah Ramadan di halaman kantor DKUKMP Kabupaten Purworejo, Kamis (28/3/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan pada Kamis (28/3/2024).

Kegiatan yang digelar di halaman kantor DKUKMP Kabupaten Purworejo itu mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat sekitar.

Hal itu terbukti dari panjangnya antrean masyarakat yang ingin berbelanja produk kebutuhan pokok dengan harga murah di depan kantor DKUKMP Kabupaten Purworejo.

Bahkan belum genap satu jam dibuka, seluruh bahan pokok yang disediakan dalam Pasar Murah ludes tak bersisa.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi, ada sejumlah warga yang bahkan tidak kebagian beras SPHP.

Satu di antaranya adalah Ariyanti (47), warga Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ariyanti mengaku datang ke lokasi Pasar Murah sekitar pukul 09.00 WIB bersama kakaknya, Misyem (59). 

Ia hanya kebagian membeli mie instan, sedangkan kakaknya hanya bisa beli telur ayam.

"Saya ke sini sekitar jam 9 lebih dan hanya kebagian mie instan. Saya beli dua pack, masing-masing berisi 5 bungkus mie instan dengan harga Rp12.500 per pack. Sedangkan kakak saya cuma kebagian telur ayam, tadi beli 2 kg seharga Rp45.000 karena satu kg Rp22.500," katanya kepada Tribun Jogja, Kamis (28/3/2024).

Menurutnya, gelaran pasar murah itu sangat membantu maayarakat kecil karena menawarkan harga miring lebih murah dari di pasar. Apalagi saat ini harga bahan pokok di pasaran masih terhitung sedikit mahal.

Kepala Bidang Perizinan Bahan Pokok Penting dan Metrologi (Perbamet) DKUKMP Kabupaten Purworejo, Yunita Dewi Onggowati, menyediakan sebanyak 3 ton beras SPHP dalam gelaran pasar murah itu.

Beras SPHP tersebut dijual Rp54.500 per 5 kg atau Rp10.900 per kg dan pembeliannya pun dibatasi maksimal dua bungkus (10 kg) per orang.

"Pembelian beras itu menggunakan KTP. Jadi pembeli dipanggil sesuai KTP yang dikumpulkan dan maksimal bisa beli 2 karung atau 10 kg beras per orang. Untuk komoditas lain juga kami batasi setiap orang hanya bisa beli maksimal 2 bungkus, 2 liter, atau 2 kg," ucap Yunita.

Selain beras, gelaran pasar murah juga menyediakan 500 liter minyak goreng, 500 kg gula pasir, 75 kg bawang merah, 25 kg bawang putih kating, 50 kg bawang putih sinco, 500 kg telur ayam, 25 kardus mie instan, dan 3 kardus kopi instan bubuk.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved