Mudik Lebaran 2024

Jelang Arus Mudik Lebaran 2024, 118,6 kilometer Jalan di Sleman Kondisinya Rusak Ringan 

Total jalan rusak ringan di Sleman, dari 52 ruas jalan Kabupaten tercatat mencapai 118,65 kilometer. 

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Pengendara sedang melintas di Jalan Tempel - Seyegan di Kalurahan Margoagung. Jalan ini menjadi titik jalan Kabupaten yang kondisinya rusak. Pemkab Sleman memasang rambu di ruas ini agar pengendara hati-hati. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) melakukan percepatan program penambalan lubang jalan menjelang Idul Fitri 1445 Hijriyah.

Mengingat, tidak semua jalan di Bumi Sembada dalam kondisi mulus. Ada jalan yang kondisinya rusak.

Total jalan rusak ringan di Sleman, dari 52 ruas jalan Kabupaten tercatat mencapai 118,65 kilometer. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan total panjang jalan kabupaten Sleman sepanjang 699,5 kilometer.

Kondisinya saat ini, 80 persen jalan tersebut dalam keadaan mulus.

Rinciannya, kondisi jalan baik sepanjang 184,3 kilometer atau setara dengan 26,35 persen.

Kemudian jalan dalam kondisi sedang 390,7 kilometer atau 55,85 persen.

Sisanya kondisi jalan dengan kategori rusak ringan. 

"Kondisi jalan rusak ringan sepanjang 118,65 kilometer," kata Kustini, Rabu (27/3/2024). 

Jalan yang rusak ringan tersebut setara dengan 16,96 persen dari akumulasi total jalan.

Kustini mengatakan, menjelang momen lebaran tahun ini, pihaknya telah meminta kepada DPUPKP Sleman untuk menyiapkan ruas jalan Kabupaten sebagai penyangga jalan nasional maupun provinsi.

Juga disiapkan sebagai akses wisata, baik di Kaliurang dan Prambanan. 

Jalan Kabupaten yang disiapkan sebagai jalur penyangga jalan nasional dan propinsi tahun 2024 berjumlah 52 ruas.

Totalnya sepanjang 166,1 kilometer  dengan prosentasi kelayakan jalan antara 80-100 persen. 

"Kita akan percepat, yang bolong-bolong itu bisa segera diperbaiki," kata Kustini. 

Sementara itu, Kepala DPUPKP Sleman, Mirza Anfansury mengatakan jalan kabupaten Sleman yang kategorinya rusak ringan itu bukan berarti tidak bisa dilewati kendaraan.

Menurutnya, itu hanya rusak berlubang kecil saja dan masih bisa dilalui.

Sejauh ini pihaknya mengaku rutin mengerahkan tim patroli untuk menambal jalan berlubang.

Terutama di 52 ruas yang menjadi penyangga jalan Nasional maupun jalan provinsi sekaligus akses pendukung Pariwisata. 

"Ini sudah kita kerjakan penambalan, ada 166,1 kilometer ini sudah kita kerjakan. Jadi hampir sebagian besar sudah kita kerjakan. Sampai nanti lebaran, kami masih mengerjakan. Kita biasanya ada 6 tim (patroli jalan rusak) dan ini ditambah menjadi 9 tim. Mudah-mudahan InsyaAllah bisa selesai. Jika nanti masih ada yang lubang, tolong disampaikan. Karena biasanya hari ini masih bagus tapi diguyur hujan tau-tau berlubang," ujar dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved