Berita Sleman Hari Ini
Masih Ada Restoran di Sleman Kedapatan Pakai Gas Subsidi, Pengawasan Bakal Dilakukan
Pemkab Sleman dipastikan bakal kembali melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji subsidi kemasan 3 kilogram.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas dipastikan bakal kembali melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji subsidi kemasan 3 kilogram.
Hal ini dilakukan agar peruntukannya tepat sasaran.
Mengingat, hasil sidak akhir tahun lalu, ternyata masih ditemukan sejumlah pengusaha rumah makan dan restoran di Bumi Sembada yang kedapatan menggunakan gas melon untuk menjalankan usahanya.
"Kita akan kembali melakukan pemantauan, untuk BBM bersubsidi maupun gas LPG 3 kilogram. Intinya untuk menjamin ketersediaan di Sleman cukup dan distribusinya tepat sasaran," kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman , Suyanto, di Pendopo Parasamya, Rabu (20/3/2024).
Menurut dia, pemerintah kabupaten Sleman terus berupaya untuk memastikan distribusi gas melon agar bisa tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya.
Yaitu gas elpiji bersubsidi dari pemerintah ini hanya dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bukan untuk usaha rumah makan maupun restoran.
Kepastian distribusi yang tepat, maka stok di pasaran bakal tetap tersedia.
Sebaliknya, adanya penyalahgunaan bisa mengakibatkan terjadinya kelangkaan.
Ujungnya harga jual gas melon di pasaran naik.
Sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya penyelewengan distribusi maka perlu dilaksanakan pemantauan berkala.
Baca juga: Ungkap Kasus Gas Elpiji Oplosan di Bandung, Harga Murah tapi Cepat Habis
Ia mencontohkan, realisasi kuota penyaluran gas elpiji subsidi di wilayah Kabupaten Sleman per Agustus 2023 sudah over alokasi kuota hingga 13 persen.
Yaitu 32.447 tabung, dari alokasi kuota per Agustus sebanyak 28.643 tabung.
Hal ini berdasarkan surat dari Pertamina.
Pihaknya kemudian merespon over kuota itu dengan melakukan pemantauan dengan inspeksi mendadak (sidak) di 13 objek rumah makan dan restoran.
"Intinya rumah makan dan restoran yang harusnya tidak menggunakan LPG 3 kilogram kita sidak ada 13 tempat. Hasilnya, ada 67 tabung gas 3 kilogram ditemukan di sejumlah rumah makan. Itu semua kami ganti, 3 kilogram dengan 5 kilogram (bright gas). Jadi langsung kita tarik. Itu tindakan kita tentunya dengan tim dari Pertamina dan Hiswana Migas," ujarnya.
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
| Ibu-ibu di Yogyakarta Diajak Cerdas Kelola Keuangan dan Emosional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Masih-Ada-Restoran-di-Sleman-Kedapatan-Pakai-Gas-Subsidi-Pengawasan-Bakal-Dilakukan.jpg)