Jeritan Hati Warga Moyudan dan Minggir atas Rusak Parahnya Jalan Godean

Jalan Godean, yang membujur di Kabupaten Sleman bagian barat belakangan dikeluhkan warga karena kondisinya rusak

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Para Jaga Warga dari Kapanewon Moyudan dan Minggir saat melakukan aksi keprihatinan atas kondisi Jalan Godean - Ngapak yang rusak dan telah menimbulkan korban jiwa akibat kecelakaan, Minggu (17/03/2024) pagi. Aksi ini meminta dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak secara total 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jalan Godean, yang membujur di Kabupaten Sleman bagian barat belakangan dikeluhkan warga karena kondisinya rusak.

Terutama di ruas Jalan Godean-Ngapak Moyudan, kondisinya bergeronjal akibat bekas galian yang diaspal kurang sempurna.

Apalagi, di sejumlah ruas terdapat lubang-lubang kecil yang membuat pengendara tidak menyadari sehingga kerap terjatuh.

"Dikira jalannya rata ternyata berlubang, pengendara jeglek masuk dan jatuh. Itu sering sekali terjadi. Kami yang rumahnya di pinggir jalan sering sekali menolong korban (pengendara) jatuh," ucap Senaja (59) kepada Tribun Jogja Senin (18/3).

Dia merupakan warga Dusun Pingitan, Sumberarum yang juga mengatasnamakan Kelompok Jaga Warga yang melakukan aksi pasang banner di Jalan Ngapak-Godean, Minggu kemarin.

Ada puluhan banner yang dipasang di sepanjang jalan Godean-Ngapak. Senaja mengungkapkan, pemasangan banner tersebut dilakukan oleh Kelompok Jaga Warga dari 7 padukuhan di Kalurahan Sumberarum, Moyudan dan Sendangmulyo, Minggir.

Tujuannya, untuk memberitahu pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas. Selain itu, juga sebagai bentuk protes dan mengingatkan kepada pihak terkait yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

Menurutnya, ruas Jalan Godean yang dinilai mengalami kerusakan cukup parah berada mulai dari Simpang Empat Kenteng hingga sebelum Simpang Empat Godean, lebih kurang sejauh 6-7 kilometer.

Senaja mengatakan, di ruas Ngapak tersebut terdapat bekas galian pipa PDAM Kartamantul saat mengambil air dari Kali Progo, namun galian tersebut ditambal kurang sempurna. Hal ini membuat para pengguna jalan kurang nyaman saat melintas.

"Meskipun terlihat rata tapi ketika naik kendaraan seperti ban gembes, terutama di titik sambungan penutup cor yang tidak rata. Beberapa ada yang ditambal tapi malah njendul. Dari masalah itu, pengguna jalan memiliki alternatif dengan mencari jalan nyaman ke tengah, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan. Selain itu banyak jalan berlubang. Lubangnya belum besar tapi justru itu semacam lubang jebakan. Kebanyakan ibu-ibu yang menjadi korban," kata Senaja.

"Rumah saya di Dusun Pingitan, di samping jalan Godean. Kemarin tetangga saya juga meninggal dunia, tabrakan di Jalan Godean Ngapak ini. Kami pasang banner sebagai bentuk keprihatinan kami. Intinya, itu," imbuhnya.

Tidak direhab

Senaja mengatakan, Jalan Godean-Ngapak sudah puluhan tahun tidak direhab. Seingat dia, perbaikan peningkatan kualitas jalan terakhir dilakukan sekitar 20 tahun silam.

Selebihnya, hanya pemeliharaan dengan cara penambalan. Padahal, sependek ingatan dirinya, kualitas jalan harus ditingkatkan jika sudah berusia 10 tahun.

Karena itulah, dia bersama Kelompok Jaga Warga lainnya bersama-sama melakukan aksi solidaritas agar Jalan Godean cepat diperbaiki.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved