Akses Modal Lewat KUR BRI, Samsudin Raup Jutaan Rupiah Per Hari Berkat Usaha Ramesan
Samsudin bisa membuka usaha nasi rames berkat bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI.
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
Bahkan, ketika hari biasa, Samsudin mengaku bisa mendapatkan penghasilan kotor rata-rata Rp1,5 juta per hari.
"Selama bulan puasa, penghasilan kotor saya bisa mencapai Rp2,5 juta per hari. Dari jumlah itu, keuntungan bersih saya sekitar 30 persen," jelasnya.
Baca juga: BRImo Festival Jadi Jurus BRI Tingkatkan Pengguna BRI Mobile
Samsudin bisa membuka usaha nasi rames berkat bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI.
Malah, ia telah dua kali mengajukan pinjaman modal ke BRI guna pengembangan usaha.
Pertama, ia mengakses KUR BRI senilai Rp20 juta.
Ketika sudah melunasi, ia mengajukan lagi pinjaman KUR BRI sebesar Rp50 juta.
"Saya memilih mengajukan KUR BRI karena bunga yang ditetapkan relatif rendah. Angsuran per bulan lebih ringan," bebernya.
Ia memberikan simulasi, pinjaman KUR BRI senilai Rp50 juta, angsuran per bulan hanya Rp1 jutaan dengan tenor 60 bulan.
Sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, Samsudin merasa terbantu dengan keberadaan KUR BRI.
"Sejauh ini tidak ada masalah dengan KUR BRI. Saya justru sangat terbantu,"kata Samsudin.
Baca juga: HUT BRI Ke-128, BRI BO Yogyakarta Cik Di Tiro Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Regional CEO BRI Yogyakarta, John Sarjono, menyatakan bahwa perseoran sangat komitmen dengan pengembangan UMKM.
Ia menyebut, saat ini sekitar 70 persen nasabah BRI berasal dari sektor UMKM.
Karenanya, BRI kian bersinergi dengan banyak pihak untuk fokus memajukan UMKM.
“UMKM harus naik kelas dan mandiri. Untuk mewujudkannya, BRI menyediakan kredit bunga ringan," jelasnya.
Namun demikian, pembinaan UMKM tak cukup dengan pemberian kredit.
| Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Magelang Wajibkan ASN Belanja di Warung Tetangga |
|
|---|
| Kejar Target Oktober 2026, UMKM Kulon Progo Didorong Segera Miliki Sertifikat Halal |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta: Penonton di Laga Kandang Sepi, Pemasukan Klub Terdampak |
|
|---|
| Syawalan di Tengah Efisiensi, Pelaku UMKM di Kulon Progo Jadi Solusi |
|
|---|
| Pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulon Progo Dikukuhkan, Optimalkan Potensi Usaha Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KUR-BRI-Samsudin-1.jpg)