Film Bioskop
Apa Arti May Thy Knife Chip and Shatter yang Diucapkan Paul Atreides di Dune: Part Two?
May thy knife chip and shatter diucapkan Paul Atreides di depan Feyd-Rautha Harkonnen di Dune: Part Two. Apa arti frasa tersebut?
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam alam semesta epik yang diciptakan oleh Frank Herbert dalam seri Dune, kekuatan, pengkhianatan, dan takdir berkumpul dalam satu narasi yang membentang melintasi generasi.
Karya ini, yang telah menjadi landasan bagi banyak karya fiksi ilmiah modern, terus mempesona pembaca dengan kebijaksanaannya yang dalam dan ketegangan yang tak terbantahkan.
Dengan penayangan instalasi kedua film itu, Dune: Part Two, para penggemar memasuki fase baru dalam perjalanan mereka melintasi padang pasir melalui dimensi-dimensi kompleks politik, spiritual, dan emosional.
Di film kedua ini, penonton diajak melihat kematangan emosional seorang Paul Atreides (diperankan Timothee Chalamet) yang dinanti-nanti sebagai Lisan Al-Gaib.
Baca juga: SINOPSIS Film Horor Exhuma dan Penjelasan Ending, Kisah Pembongkaran Kubur Berakhir Maut
Lady Jessica Atreides (Rebecca Ferguson) pun menjelma menjadi sosok Bunda Ratu, membantu sang anak mencapai posisi tertinggi yang mengagetkan banyak orang.
Kemampuan bertarung Paul pun meningkat.
Ia tak hanya menjadi penggertak, tapi juga pembuat strategi yang mumpuni.
Hingga tiba saatnya ia berhadapan dengan Feyd-Rautha Harkonnen (Austin Butler) untuk bertarung.
Ada satu kata unik yang diucapkan Paul Atreides saat berhadapan dengan Feyd-Rautha.
Itu adalah may thy knife chip and shatter. Apa itu artinya? Jika diartikan ke bahasa Indonesia, frasa itu berarti semoga pisaumu pecah dan berkeping.
Frasa itu berakar pada budaya Fremen, yang merupakan ejekan umum disampaikan sebelum pertarungan.

Pepatah tersebut jadi cara seorang petarung yang mengharapkan lawannya celaka, karena pisau yang terpotong dan hancur pasti akan membawa kekalahan dan kemungkinan besar kematian.
Frasa itu juga merupakan cara Denis Villeneuve untuk menunjukkan bagaimana dia menjaga adaptasi tetap setia pada bukunya.
Momen dan alurnya diambil langsung dari novel Frank Herbert.
Paul Atreides mengatakan kalimat dalam buku itu sebagai tanggapannya terhadap pertanyaan Feyd-Rautha tentang apakah dia siap untuk bertarung.
Villeneuve tidak segan-segan melakukan perubahan pada materi sumber jika dirasa perlu, seperti penampilan Feyd-Rautha yang botak.
Kontroversial, Film Merah Putih One For All Terpantau Tidak Tayang di Bioskop Yogyakarta |
![]() |
---|
SINOPSIS Film Korea My Daughter is a Zombie, Bukti Cinta Ayah Pada Anaknya |
![]() |
---|
Cetak Sejarah, Jumbo Resmi Jadi Film Indonesia Nomor 1 Terlaris Sepanjang Masa di Hari ke-63 Tayang |
![]() |
---|
Perbedaan Film Dendam Malam Kelam dan The Vanished dari Korea Selatan, Remake El Cuerpo dari Spanyol |
![]() |
---|
Selamat! Film Jumbo Tembus 10 Juta Penonton, OTW Geser KKN Desa Penari Jadi Film Indonesia Terlaris |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.