Film Bioskop

Apa Arti May Thy Knife Chip and Shatter yang Diucapkan Paul Atreides di Dune: Part Two?

May thy knife chip and shatter diucapkan Paul Atreides di depan Feyd-Rautha Harkonnen di Dune: Part Two. Apa arti frasa tersebut?

|
IMDb
Pertarungan Feyd-Rautha Harkonnen dan Paul Atreides di Dune: Part Two (2024) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam alam semesta epik yang diciptakan oleh Frank Herbert dalam seri Dune, kekuatan, pengkhianatan, dan takdir berkumpul dalam satu narasi yang membentang melintasi generasi.

Karya ini, yang telah menjadi landasan bagi banyak karya fiksi ilmiah modern, terus mempesona pembaca dengan kebijaksanaannya yang dalam dan ketegangan yang tak terbantahkan.

Dengan penayangan instalasi kedua film itu, Dune: Part Two, para penggemar memasuki fase baru dalam perjalanan mereka melintasi padang pasir melalui dimensi-dimensi kompleks politik, spiritual, dan emosional.

Di film kedua ini, penonton diajak melihat kematangan emosional seorang Paul Atreides (diperankan Timothee Chalamet) yang dinanti-nanti sebagai Lisan Al-Gaib.

Baca juga: SINOPSIS Film Horor Exhuma dan Penjelasan Ending, Kisah Pembongkaran Kubur Berakhir Maut

Lady Jessica Atreides (Rebecca Ferguson) pun menjelma menjadi sosok Bunda Ratu, membantu sang anak mencapai posisi tertinggi yang mengagetkan banyak orang.

Kemampuan bertarung Paul pun meningkat.

Ia tak hanya menjadi penggertak, tapi juga pembuat strategi yang mumpuni.

Hingga tiba saatnya ia berhadapan dengan Feyd-Rautha Harkonnen (Austin Butler) untuk bertarung.

Ada satu kata unik yang diucapkan Paul Atreides saat berhadapan dengan Feyd-Rautha.

Itu adalah may thy knife chip and shatter. Apa itu artinya? Jika diartikan ke bahasa Indonesia, frasa itu berarti semoga pisaumu pecah dan berkeping.

Frasa itu berakar pada budaya Fremen, yang merupakan ejekan umum disampaikan sebelum pertarungan.

Lady Jessica Atreides di Dune: Part Two (2024)
Lady Jessica Atreides di Dune: Part Two (2024) (IMDb)

Pepatah tersebut jadi cara seorang petarung yang mengharapkan lawannya celaka, karena pisau yang terpotong dan hancur pasti akan membawa kekalahan dan kemungkinan besar kematian.

Frasa itu juga merupakan cara Denis Villeneuve untuk menunjukkan bagaimana dia menjaga adaptasi tetap setia pada bukunya.

Momen dan alurnya diambil langsung dari novel Frank Herbert.

Paul Atreides mengatakan kalimat dalam buku itu sebagai tanggapannya terhadap pertanyaan Feyd-Rautha tentang apakah dia siap untuk bertarung.

Villeneuve tidak segan-segan melakukan perubahan pada materi sumber jika dirasa perlu, seperti penampilan Feyd-Rautha yang botak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved