Apa Itu Pancasila? Ini Penjelasan Makna dan Sejarahnya yang Perlu Kamu Tahu

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Untuk itu, makna dari Pancasila juga harus kita pahami ya, Tribunners.

 Dengan dasar negara Pancasila

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
UN Photo
Presiden Indonesia, Soekarno menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum ke-15 PBB pada 20 September 1960 di New York, Amerika Serikat, sekitar jam 09:14 waktu setempat 

TRIBUNJOGJA.COM - Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Untuk itu, makna dari Pancasila juga harus kita pahami ya, Tribunners.

 Dengan dasar negara Pancasila, Indonesia tak terpecah hingga kini meski penduduknya memiliki beragam bahasa, suku hingga gaya hidup.

Pancasila adalah dasar negara yang mengikat, memberikan kesempatan pada warga untuk merasakan memiliki negara Indonesia dalam keragaman.

Yuk kita simak penjelasan tentang Pancasila, disarikan dari seminar nasional dan bedah buku yang diselenggarakan Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) di University Club UGM, Rabu (21/2/2024).


Dalam kesempatan itu, BPIP juga merilis buku berjudul “Pancasila dari Indonesia untuk Dunia”.

1. Pancasila adalah lima prinsip untuk kebaikan Indonesia

Bapak pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah menyampaikan, Pancasila dalam bahasa inggris, yaitu Believe in God, Nasionalism, Humanity, Democracy, dan Social Justice.

Itu mengandung lima prinsip untuk kebaikan Indonesia, yaitu kebangsaan Indonesia, Internasionalisme, Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan.

Baca juga: Eko Suwanto, Inisiator Sinau Pancasila

Menurut Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP RI, Ir. Prakoso., M.M, lima prinsip itu dilaksanakan secara mengikat bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI).

Itu bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi lebih dari itu harus mengimplementasikan butir-butirnya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Pancasila berkontribusi di kancah dunia

Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menyampaikan Pancasila juga pernah berkontribusi di kancah dunia.

Itu terjadi saat saat pidato presiden pertama Indonesia, Soekarno yang berjudul “To Build the World Anew”, pada Sidang Majelis Umum ke-15 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 30 September 1960.

Pidato tersebut dimasukkan ke dalam memory of the world oleh UNESCO yang merupakan warisan dunia dan boleh dikutip oleh siapa saja.


Dalam kesempatan itu, Soekarno membacakan 28 halaman pidato yang memiliki inti, setiap negara di dunia perlu menciptakan tatanan yang baru, solid dan waras.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved