Harga Beras di Sleman Masih Tinggi, TPID Turun Tangan Gelar Pasar Murah
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman berupaya menstabilkan harga dengan menyelenggarakan pasar murah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional di Bumi Sembada terpantau tinggi di bulan Februari 2024, terutama harga beras.
Karena itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman berupaya menstabilkan harga dengan menyelenggarakan pasar murah.
Gelaran pasar murah ini dikemas dengan nama "Semar Mesem" atau sembako murah menyenangkan seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, yang juga anggota TPID Kabupaten Sleman mengatakan, pasar murah dengan tema "Semar Mesem" ini merupakan kerjasama dengan gabungan kelompok tani, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Perum BULOG, pelaku usaha beras dan pelaku usaha minyak goreng. Harga yang dijual adalah harga distributor.
Rencananya, tahap pertama di tahun 2024 ini dilaksanakan di 4 Kapanewon dengan menjual 8 komoditas.
Yaitu beras premium; beras medium; beras SPHP; telur ayam; gula pasir; tepung terigu, tepung beras dan minyak goreng.
"Pasar murah ini terbuka untuk masyarakat umum, dengan ketentuan pembeli harus ber-KTP Sleman. Satu orang pembeli hanya dapat menunjukkan satu KTP," kata Mae, Senin (19/2/2024).
Gelaran pasar murah ini memiliki sejumlah ketentuan, agar bisa dirasakan langsung oleh banyak masyarakat.
Dalam hal ini, pembelian beras SPHP dibatasi maksimal 5 kilogram per orang.
Adapun beras non SPHP maksimal 10 kilogram per orang.
Pembelian gula maksimal 2 kilogram dan pembelian telur maksimal 2 kilogram per orang.
Adapun sesuai jadwal, pasar murah Semar Mesem ini akan dilaksanakan kali pertama di lapangan Tridadi, Mlati pada tanggal 21 Februari 2024.
Selang sehari berikutnya di lapangan TGP Margoluwih, Seyegan.
"Pasar murah ini juga digelar di lapangan Donokerto Turi pada tanggal 26 Februari 2024 dan di lapangan Raden Ronggo Kalasan di tanggal 27 Februari 2024," terang dia.
Sekadar informasi, berdasarkan pantauan harga pangan Sleman, pada 19 Februari, yang datangnya diambil dari sejumlah pasar tradisional di Sleman, harga komoditas beras masih tinggi.
Waspada Macet di 3 Titik Ring Road Utara Malam Ini, Ada Contraflow Imbas Proyek Tol Jogja–Solo |
![]() |
---|
Ada Bayi Tak Bernyawa Terbungkus Plastik di Bawah Pohon Beringin Depok Sleman |
![]() |
---|
Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan |
![]() |
---|
Dinkes DIY Perketat Pengawasan MBG seusai 137 Pelajar di Berbah Sleman Jadi Korban Keracunan |
![]() |
---|
Marak Keracunan MBG, Dinkes Gunungkidul Bereaksi, Orang Tua Khawatir: Anak Kami Jadi Taruhannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.