Kunjungi Lereng Merapi, Marrel Suryokusumo Apresiasi Pegiat Wisata Edukasi dan Pelestari Lingkungan

Triyanto yang mengelola Alam Merapi Tour tersebut menjelaskan seluk beluk usahanya yang secara konsisten ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Triyanto, warga sekaligus pegiat wisata edukasi di Padukuhan Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DIY merasa gembira saat Kepala Bebadan Pangreksa Loka (Dinas Lingkungan Hidup) Kraton Yogyakarta RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo mengunjungi rumahnya, Selasa (13/2/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Triyanto, warga sekaligus pegiat wisata edukasi di Padukuhan Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DIY merasa gembira saat Kepala Bebadan Pangreksa Loka (Dinas Lingkungan Hidup) Kraton Yogyakarta RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo mengunjungi rumahnya, Selasa (13/2/2024).

Kepada Marrel, Triyanto yang mengelola Alam Merapi Tour tersebut menjelaskan seluk beluk usahanya yang secara konsisten ikut menjaga kelestarian lingkungan di daerah tempat tinggalnya yang berjarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Ada beberapa paket wisata yang kami kelola. Di antaranya trekking, pengenalan aneka flora kepada anak-anak dan pembuatan teh," jelas Triyono.

Pria yang biasa disapa Tri ini menambahkan, keberadaan paket wisata miliknya tersebut sangat bergantung pada kelesatarian dan keasrian lingkungan di lereng Gunung Merapi.

"Contohnya trekking. Yang disajikan ke wisatawan adalah petualangan dan menikmati alam (gunung) Merapi yang asri. Untuk itu saya merasa punya kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan disini," tambah Tri.

Tidak hanya dari dalam negeri, penikmat wisata trekking yang dikelola Tri justru sebagian besar dari luar negeri. Kebanyakan mereka berasal dari negara-negara Eropa.

Selain itu, Tri juga membuka wisata edukasi bagi anak-anak untuk mengenalkan aneka tanaman pangan dan obat yang ditanam di kebun miliknya.

"Khusus edukasi untuk anak-anak, kami menjelaskan perbedaan antara makanan yang sekarang serba instan dengan makanan yang alami. Selain tanaman pangan, kami juga mengenalkan tanaman obat herbal kepada mereka," imbuhnya.

Kepada anak-anak yang mendatangi tempatnya, Tri juga tidak lupa menyampaikan pesan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"Soal edukasi lingkungan, saya hanya memengang apa yang ditanamkan oleh orang-orang tua jaman dahulu. Jangan merubah sesuatu yang sudah ada sebelumnya," paparnya.

Demi menjaga idealismenya tersebut, Triyanto rela menolak beberapa investor yang ingin membantu mengembangkan usahanya.

"Ada banyak tawaran (investor), tapi saya tetap berpedoman pada pelestarian alam. Umpama ada lagi orang yang ingin membantu (investasi), tapi tidak setuju dengan konsep saya (tidak mengubah bentang alam), tidak masalah jika kemudian tidak jadi," katanya.

Triyanto juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan cuc Sultan HB X ke tempatnya tersebut.

Kehadiran Marrel tersebut menjadi dukungan moral dan penambah semangat dirinya dalam melestarikan lingkungan. Selain itu dirinya berharap Kraton Yogyakarta bisa terus mendukung pelestarian lingkungan.

"Saya berbuat seperti ini kadang tidak dihargai orang. Kedatangan Mas Marrel suatu bentuk apresiasi. Ternyata dari Kraton (Yogyakarta) memperhatikan tindakan sederhana dari orang kecil seperti saya. Saya jadi tambah bersemangat," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved