IASPRO DPW DIY Diharapkan Jadi Wadah dan Mediator Bagi Asesor di DIY

Sebagai organisasi yang baru terbentuk, IASPRO DPW DIY diharapkan bisa menjadi wadah dan mediator permasalahan yang dialami oleh asesor di DIY. 

Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Ketua IASPRO DPW DIY, Isnantyo Widodo menyampaikan program jangka pendek IASPRO DPW DIY dalam Pelantikan Pengurus IASPRO DPW DIY di Hotel Arjuna, Minggu (11/02/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) DPW DIY diharapkan menjadi jembatan antara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan asesor yang ada di DIY. 

Ketua IASPRO DPW DIY, Isnantyo Widodo mengatakan ada 69 LSP dan 2376 asesor di DIY.

Sebagai organisasi yang baru terbentuk, IASPRO DPW DIY diharapkan bisa menjadi wadah dan mediator permasalahan yang dialami oleh asesor di DIY. 

Pada kepengurusan yang baru ini, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh IASPRO DPW DIY.

Pertama adalah gathering untuk LSP, tujuannya agar LSP bisa mengenal IASPRO. Selain itu juga gathering bagi seluruh asesor di DIY.

Sehingga permasalahan yang dialami oleh asesor bisa terserap. 

"Ada cukup banyak masalah asesor belum pernah ikut menguji. Ada juga yang terlambat mengikuti RCC (Recognition Current Competency). Tentu kehadiran IASPRO DPW DIY ini diharapkan bisa menjembatani ini," katanya usai Pelantikan Pengurus IASPRO DPW DIY di Hotel Arjuna, Minggu (11/02/2024). 

Upgrading (peningkatan kompetensi) asesor juga menjadi salah satu yang menjadi perhatian IASPRO DPW DIY.

Terlebih format materi saat ini berubah, sehingga mau tidak mau asesor harus belajar lagi. 

"Masa berlaku sertifikat (asesor) itu tiga tahun. Dalam tiga tahun itu dia (asesor)  harus minimal 6 kali menguji, pernah terlibat dalam pembuatan materi uji, pernah terlibat dalam membuat validasi materi uji. Nah sekarang asesor harus menyediakan dengan format materi uji yang baru," terangnya. 

"Ini jadi kewajiban. Kalau tidak, nanti saat memperpanjang RCC tidak lolos, harus ikut pelatihan asesor lagi. Dengan ikut upgrading, mendapat penyegaran (kompetensi asesor)," sambungnya. 

Yang tak kalah penting, pihaknya juga bakal melakukan audensi dan kolaborasi dengan stakeholder, mulai dari Pemerintah Daerah DIY hingga asosiasi yang ada di DIY. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) IASPRO, Wahyu Adiartono berharap IASPRO DPW DIY bisa menjadi wadah yang menampung permasalahan asesor di DIY. 

"Ada ratusan ribu asesor di Indonesia, DPN tidak bisa menangani sendiri permasalah yang timbul. Sehingga melalui wilayah (DPW) diharapkan bisa menyelesaikan  permasalahan yang timbul. Dan harapannya asesor di DIY ikut bergabung, sehingga ada jalan keluar," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved