Duduk Perkara Seorang Difabel yang Ngaku Diusir Parkir di PN Sleman, Ini Penjelasan dan Kronologinya

Karena ada mobil tahanan yang hendak masuk dan keterbatasan tempat, Satpam pengadilan berupaya mencari pengendara mobil silver

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Juru Bicara PN Sleman, Cahyono, saat menjelaskan persoalan parkir difabel di Pengadilan Negeri Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pada 18 Januari 2024 lalu, sekira pukul 09.00 WIB sebuah mobil silver parkir di tempat khusus disabilitas di Pengadilan Negeri Sleman.

Mobil tersebut ditunggangi Bambang Susilo, seorang penyandang disabilitas, bersama beberapa temannya.

Tak berselang lama, datang mobil lainnya yang juga penyandang disabilitas untuk drop off.

Saat itu, posisi mobil silver, karena merupakan mobil berbadan panjang, menghalangi tempat mobil tahanan yang kala itu hendak masuk ke Pengadilan Negeri Sleman

"Karena ada keterbatasan (tempat), jadi ketika ada difabel (drop off) dan mobil tahanan yang masuk maka mobil silver harus digeser," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Sleman, Cahyono, Rabu (7/1/2024). 

Bambang Susilo, seorang penyandang disabilitas yang seharusnya membutuhkan pelayanan khusus tapi saat datang ke PN Sleman untuk menghadiri sidang perkara rekannya tidak melapor ke petugas.

Sehingga, karena ada mobil tahanan yang hendak masuk dan keterbatasan tempat, Satpam pengadilan berupaya mencari pengendara mobil silver.

Petugas mendapatkan Bambang dan rekannya berada di Kantin belakang kantor pengadilan. 

Menurut Cahyono, di kantin belakang itu sempat terjadi perdebatan.

Penyebabnya, karena petugas meminta Bambang untuk menggeser sementara mobil silver tersebut agar memberi kesempatan mobil tahanan masuk, namun Bambang juga bersikukuh merasa memiliki hak parkir di situ. 

"Kami sudah klarifikasi kepada Satpam di Pengadilan Sleman, tidak ada kata pengusiran. Jadi soal pengusiran itu tidak benar. Kami keberatan. Yang terjadi hanya meminta menggeser ke (tempat parkir) sebelah timur," katanya. 

Pengadilan Negeri Sleman memang memiliki dua tempat parkir khusus disabilitas.

Di sebelah barat dan sebelah timur pintu masuk gedung utama.

Kata Cahyono, petugas juga sudah memberikan penjelasan dan meminta maaf.

Bahkan petugas meminta untuk meminjam kunci mobil untuk membantu menggeserkan mobil tersebut namun yang bersangkutan tidak bersedia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved