Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Hari Ini Selasa 30 Januari 2024 : 9 Guguran Lava Meluncur ke Arah Kali Bebeng

Pada periode Selasa (30/01/2024), teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo
Sejumlah pengunjung di antaranya warga Prancis dan Yordania menyaksikan Gunung Merapi dari Gardu Pandang Kaliurang, Pakem, Sleman, Kamis (24/1/2024) siang. Mereka beruntung bisa menyaksikan tubuh hingga puncak gunung Merapi saat terbuka dalam waktu beberapa menit siang itu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terjadi guguran lava di Gunung Merapi .

Menurut pengamatan BPPTKG , pada periode Selasa (30/01/2024), teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.

Terjadi pula 49 kali guguran, dengan amplitudo : 3-35 mm, dan durasi : 21.84-163.68 detik.

Hybrid/Fase Banyak terjadi 3 kali, amplitudo : 3 mm, S-P : 0.4-0.5 detik, dan durasi : 5.4-7.5 detik. 

Menurut pantauan meteorologi, cuaca mendung, berawan, dan cerah.

Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 15-19 °C, kelembaban udara 70-98 persen, dan tekanan udara 768.8-918 mmHg.

Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.

Asap kawah nihil.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DI Yogyakarta 30 Januari 2024 : Potensi Hujan Lebat di Siang-Sore Hari

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Menurut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, juga mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi .

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk  mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi .

BPPTKG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi .

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved