Jokowi Serahkan Bansos Beras di Sleman
BREAKING NEWS : Presiden Jokowi Serahkan Bansos Beras Kepada Warga di Sleman
Presiden Jokowi menghampiri warga untuk bersalaman, swafoto dan membagikan kaus setelah lebih dulu secara simbolis memberikan bantuan beras
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kegiatan agenda kunjungan kerja di Yogyakarta dengan mendatangi Gudang Bulog di Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Senin (29/1/2024) siang.
Kedatangan Kepala Negara di gudang Bulog di wilayah Kalurahan Purwomartani ini untuk menyalurkan bantuan pangan cadangan beras kepada masyarakat.
Presiden Jokowi tiba di gudang Bulog di Purwomartani sekira pukul 15.00 WIB ditemani Gubenur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.
Kedatangan Presiden disambut tepuk tangan ratusan warga yang sejak siang menunggu. Warga terlihat antusias.
Teriakan "Pak Jokowi" menggema.
Presiden Jokowi lalu menghampiri warga untuk bersalaman, swafoto dan membagikan kaus setelah lebih dulu secara simbolis memberikan bantuan beras kepada masyarakat.
Presiden Jokowi menjelaskan, mengapa bantuan pangan beras diberikan kepada masyarakat, karena di seluruh negara di dunia harga beras terkerek naik semua.
Penyebabnya karena banyak produksi yang gagal panen. Panen petani banyak yang busuk karena ada perubahan iklim sehingga masyarakat membutuhkan bantuan.
"Tidak hanya di negara kita, dulu 22 negara yang biasanya bisa kita beli, pada tahun lalu mereka stop tidak menjual beras karena dipake sendiri di negara masing-masing. Oleh sebab itu, kita kesulitan untuk membeli beras di negara-negara lain karena mereka dipakai sendiri untuk rakyatnya," kata Presiden Jokowi.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menekankan kepada masyarakat petani agar meningkatkan produktivitas sehingga dapat menekan harga kembali naik.
Sebab, jika produktivitas harga turun seperti tahun lalu akibat dampak El-Nino maka harganya pasti kembali naik karena suplainya untuk kebutuhan tidak cukup.
Kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh negara.
Karena itu, untuk membantu masyarakat yang terdampak perubahan cuaca ini, maka Pemerintah menggelontorkan bantuan pangan berupa beras 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat.
"Tujuan bantuan ini karena hampir di semua negara harga beras naik. Tidak hanya di Indonesia. Yang penting bapak Ibu, Januari Februari, Maret, April, Mei dan Juni diberikan bantuan. Sementara sampai Juni. Nanti kalau APBN dihitung cukup, (bantuan) bisa dilanjutkan lagi," ujar dia.
Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, bantuan pangan beras 10 kilogram ini diberikan kepada lebih dari 22 juta penerima. Data keluarga penerima manfaat adalah by name, by address dan by picture berbasis NIK dari Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jokowi-di-Bulog-Kalasan.jpg)