Update Berita Gunung Merapi

Beruntun Tiga Kali Awan Panas Merapi ke Hulu Kali Bebeng Srumbung Magelang

Tiga luncuran awan panas beruntun terpantau terjadi di lereng barat daya Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024) mulai pukul 16.06 WIB.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau Kamis (25/1/2024) pagi. 

Sementara bubungan debu vulkanik kecokelatan juga muncul bersamaan di puncak gunung.

Informasi resmi BPPTKG Yogyakarta hingga 24 Januari 2024 menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Wilayahnya meliputi alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro di Klaten, Jateng, sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BPPTKG Yogyakarta meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi .

Masyarakat disarankan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, seperti hujan abu yang terjadi Minggu 21 Januari 2024.

Aktivitas vulkanik pada hari itu diwarnai munculnya gempa letusan, memunculkan kolom debu vulkanik vertikal yang tingginya tidak diketahui.

Dampaknya, hujan abu vulkanik terjadi di Sebagian wilayah Kemalang, Klaten dan Cepogo, Boyolali di Jawa Tengah.(Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved