Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi Pelajaran Sejarah SMA: Sejarah Berdirinya Organisasi PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan mencegah terjadinya konflik global dan mempromosikan kerjasama antarnegara untuk mencapai perdamaian dan perkembangan dunia.
Ide pembentukan PBB pertama kali muncul dalam Deklarasi Moscow pada Oktober 1943, di mana pemerintah Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Tiongkok sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi internasional yang akan bekerja sama untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia.
Konsep dan prinsip pembentukan PBB terus berkembang selama konferensi tingkat tinggi yang diadakan di Washington D.C. pada April 1945, yang dikenal sebagai Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada konferensi ini, para perwakilan dari 50 negara berkomitmen untuk mendirikan PBB dan menyusun Piagam PBB.
Piagam PBB, yang secara resmi dikenal sebagai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, ditandatangani pada 26 Juni 1945, selama Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di San Francisco, Amerika Serikat.
Piagam ini mulai berlaku pada 24 Oktober 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Piagam PBB menetapkan tujuan-tujuan organisasi, prinsip-prinsip hukum internasional, serta struktur dan fungsi lembaga-lembaga PBB. Dewan Keamanan PBB, yang memiliki tanggung jawab utama dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Selain itu, juga memiliki lima anggota tetap dengan hak veto (Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Perancis, dan Republik Tiongkok), serta sepuluh anggota tidak tetap yang dipilih secara bergantian oleh Majelis Umum.
Sejak berdirinya, PBB telah menjadi forum penting bagi negara-negara di seluruh dunia untuk berdialog, berunding, dan bekerja sama dalam menangani tantangan global, seperti konflik bersenjata, kelaparan, kemiskinan, dan isu-isu lingkungan.
Meskipun menghadapi kritik dan tantangan, PBB tetap menjadi lembaga multilateral yang berperan dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan damai.
(MG Indah Yulia Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Materi-Sejarah-SMA.jpg)