Pemkab Sleman Siapkan Rencana Kontijensi Hadapi Potensi Longsor di Prambanan 

Khusus menghadapi potensi tanah longsor di wilayah Prambanan, Pemkab Sleman juga telah menyusun rencana kontijensi. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni

Pihaknya mengimbau kepada relawan maupun Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) untuk mulai memitigasi potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

Satu di antaranya, dengan memangkas pohon-pohon tinggi yang dahannya rindang dan berpotensi tumbang. 

Menurut dia, wilayah Kabupaten Sleman jika hujan deras saja mungkin relatif masih aman.

Namun yang dikhawatirkan, hujan disertai dengan angin kencang yang bisa menyebabkan baliho maupun pohon dipinggir jalan tumbang. 

"Kemarin juga sudah ada korban. Pengendara tertimpa pohon tumbang. Maka kami imbau jika sedang berkendara, hujan deras apalagi disertai angin, lebih baik menepi," ujar dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan juga sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Kabupaten Sleman menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering.

Status ini berlaku dari tanggal 1 Desember 2023 hingga 28 Februari 2024.

Masyarakat diimbau untuk hati-hati dan memitigasi berbagai potensi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing. 

"Kami berharap warga masyarakat apabila disekitar rumah terdapat pohon cukup tinggi membahayakan, mudah roboh, maka dipangkas tajuknya. Jangan dipotong. Tapi dipangkas saja kerindangannya agar tidak mudah tumbang," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved