Kisah Inspiratif

KISAH Mbah Hari Asal Bantul Penjual Dawet Sagu Pasar Beringharjo, Berdagang Sejak 1965

Di Pasar Beringharjo ada salah satu dawet yang legendaris yaitu dawet sagu Mbah Hari. Dawet ini sudah ada sejak tahun 1965 hingga saat ini.

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ananda Putri Oktaviani MG
Mbah Hari, 59 Tahun berdagang dawet sagu di Pasar Beringharjo. 

Setiap hari beliau mengadon tepung sagu hingga mencetak menjadi dawet, untuk cincaunya ia juga membuat sendiri dari olahan daun cincau asli. 

“semuanya ini saya buat sendiri, nguleni sagu, bikin cincau, santan dan juruh semua saya sendiri yang membuat.” kata Mbah hari 

Dawet ini berisi cincau, potongan buah nangka, cendol sagu, kemudian disiram dengan air santan dingin dan juruh atau air gula merah. 

Perpaduan semua isian dawet dengan air santan dan air gula merah ditambah dengan es batu membuat rasa dawet ini menjadi enak dan segar serta rasa manis.

Rasa manis itu berasal dari juruh dan juga santan kelapa yang gurih membuat kita serasa nostalgia ke jaman dahulu.

Harga yang ditawarkan untuk satu porsi dawet ini hanya Rp 7.000 saja.

Saat ditanya kenapa mengapa beliau tidak pindah di Pasar dekat rumah, ibu 3 anak itu mengatakan sudah banyak pelanggan di Pasar Beringharjo.

Sehingga apabila pindah nantinya para pelanggan akan susah mencarinya. 

“Mbah sudah lama jualan disini sebelum punya anak dan sekarang sudah punya cucu, sudah punya buyut, pelanggan juga sudah banyak nanti pada susah mencari kalau mbah pindah,” ucapnya. (MG/Ananda Putri Oktaviani)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved