Hujan Deras dan Angin Kencang di DIY

Dampak Angin Kencang di Gunungkidul, Aliran Listrik Sempat Putus Selama 27 Jam

Lurah Kampung, Suparna, mengatakan mati listrik terjadi saat hujan deras terjadi di wilayah Ngawen Rabu (3/1/2023) siang sekitar pukul 13.04 WIB.

|
Dok.Humas BPBD Gunungkidul
Petugas PLN membersihkan ranting pohon yang menyangkut di kabel listrik, pada Kamis (4/1/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, tidak mendapatkan aliran listrik selama 27 jam lebih.

Hal itu terjadi lantaran dampak bencana angin kencang yang terjadi pada Rabu (3/1/2024) kemarin sore.

Akibatnya, banyak makanan warga yang membusuk, usaha kecil terganggu, hewan ternak ayam mati, hingga menganggu pekerjaan lainnya.

Lurah Kampung, Suparna, mengatakan mati listrik terjadi saat hujan deras terjadi di wilayah Ngawen Rabu (3/1/2023) siang sekitar pukul 13.04 WIB.

Saat itu hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut. 

"Sekitar jam 13.17 WiB sampai hari ini  belum menyala," kata dia, pada Kamis (4/1/2024).

Dia menambahkan, hampir seluruh wilayah Kalurahan Kampung mengalami listrik padam.

Di antaranya, enam dusun yakni Candi, gelaran, Ngawen, Suru, Pager Jurang dan Gunung Gambar. 

"Namun, sebagian lagi masih ada dusun  yang menyala, tidak padam,"ujarnya.

Putusnya aliran listrik ini, kata dia, membuat sebagian besar warga yang peternak ayam mengalami kerugian karena ayamnya mati. 

"Banyak peternak mengeluh ayam-nya mati, saya sendiri  mengalami kerugian sekitar 200 ekor ayam mati. Sebab, jika blower tidak menyala ayam keracunan, dan tidak ada lampu. Kemarin sudah membeli solar untuk genset, dan sudah habis lebih dari 97 liter solar, ini sudah habis,"ungkapnya.

Tak hanya itu, pegusaha permakanan yang lain juga kesulitan untuk menyimpan makanan beku. Alhasil, banyak yang membusuk.

"Pengusaha lain yang memanfaatkan fresher itukan dagangannya busuk, masyarakat sulit mendapatkan air bersih karena pompanya mengandalkan listrik,"tuturnya.

Dia dan warga lainnya sudah melaporkan ke pihak PLN, namun hingga petang hari ini belum ada tanda perbaikan di wilayahnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved