Inspiring Beauty

Penari Nindyan Selalu Nikmati Prosesnya

MENJALANI hidup layaknya air mengalir, adalah kalimat sakral yang jadi acuan dara pemilik nama lengkap Nindyan Kanaya Paramastri Soesoko ini.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/TURIBIUS ROSWANDA
Nindyan Kanaya Paramastri Soesoko 

MENJALANI hidup layaknya air mengalir, adalah kalimat sakral yang jadi acuan dara pemilik nama lengkap Nindyan Kanaya Paramastri Soesoko ini. Nindyan, begitu ia akrab disapa, saat ditanya apa rencana ke depan dengan dunia tari yang ia geluti saat ini, begini jawabannya.

"Tak ada rencana ke depan seperti apa. Seperti banyu mili aja, mengalir seperti air. Aku menikmati setiap prosesnya, melakukan yang terbaik yang saat ini di hadapan aku, selalu mau belajar dan bertanggungjawab dengan pilihan sendiri," ungkap Nindyan.

Menjadi penari adalah pilihan Nindyan. Diakui dara berambut panjang sebahu ini, lahir dan dibesarkan di keluarga seniman sangat memengaruhi keputusannya menggeluti dunia tari.

Darah seni memang mengalir dari sang kakek yang berprofesi sebagai seorang dalang, sementara Neneknya juga seorang sinden. Ditambah, Ibu Nindyan adalah seorang guru seni budaya.

Menari, bagi Nindyan, yang tahun depan bakal duduk di bangku kuliah ini sebagai dunia yang memberinya pelajaran hidup, bagaimana mengolah rasa sehingga bisa menikmati setiap perjalanan hidup seperti halnya gerakan gerakan dalam menari.

Semenjak serius menjadi seorang seniman tari, Nindyan sudah malang melintang di dunia seni pertunjukkan. Terbaru, ia didapuk sebagai pemeran utama dalam sebuah pertunjukkan tari di Jawa Timur dalam acara pentas temu karya SMK Seni se-Indonesia 2023.

"Pengalaman tampil di acara temu karya SMK Seni se-Indonesia kemarin, benar-benar luar biasa. Aku dapat teman sesama seniman dari seluruh Indonesia. Apalagi, aku ditunjuk sebagai pemeran utama, yakni ibu Bumi, itu pengalaman yang mendebarkan. Bangga sekaligus sempat gugup karena diberi amanah memerankan tokoh itu dalam karya kolaborasi tersebut," ungkap Nindyan.

Menjadi seorang penari, bagi Nindyan, adalah sebuah perjalanan hidup yang selama ini terus memberikan pengalaman pengalaman yang menyenangkan. Baik dalam prosesnya maupun saat tampil dalam sebuah pertunjukkan.

Selama berlatih untuk sebuah pertunjukan, Nindyan berusaha menikmati setiap prosesnya. Lagi lagi soal olah rasa, Nindyan merasakan bahwa menari bukan sekadar olah tubuh dengan gerakan namun juga soal olah rasa.

"Menari itu lebih ke soal olah rasa, bagaimana gerakan-gerakan dalam sebuah tarian kita bawakan dengan penuh perasaan. Sehingga, pesan dari gerakan tersebut bisa sampai ke penonton. Rasa lelah saat berproses itu wajar sebagai manusia, aku bawa asik aja, semua butuh usaha agar hasilnya maksimal," ujar Nindyan.

Setelah lulus dari jurusan seni tari nanti, Nindyan berencana melanjutkan kuliah di jurusan serupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Nindyan tetap ingin memperdalam ilmunya di bidang seni tari dengan kuliah di jurusan tari dengan satu alasan kuat, ia ingin menjadi penari dan kelak ingin bisa berbagi ilmu menarinya ke banyak orang.

"Suatu saat, aku pengin bisa punya sanggar sendiri. Di situ aku bisa lebih leluasa berbagi ilmu menariku. Aku ingin bakat menariku ini bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang," kata Nindyan.

Suka Nembang Jawa
Dara kelahiran Bantul, 1 Februari 2006 ini selain menekuni dunia tari, juga gemar nembang alias bernyanyi, khususnya untuk lagu lagu berbahasa Jawa. Bagi Nindyan, menari dan nembang adalah dua hal yang saling melengkapi.

Tak jarang Nindyan mendapatkan peran dalam sebuah pertunjukkan tari yang ada dialog dan nembangnya. Misalnya saat ia pentas dalam temu karya SMK Seni se-Indonesia, beberapa waktu lalu, di Jawa Timur. Saat memerankan Ibu Bumi, Nindyan juga didaulat membawakan melagukan sebuah tembang.

"Aku memang suka nembang juga dari kecil. Sampai saat ini, juga masih belajar nembang, banyak sekali jenisnya. Paling tidak, saat menari dengan musik yang ada nembangnya, aku paham apa arti yang dilagukan itu, sehingga membantu aku merasakan setiap gerakan yang aku bawakan dalam tarian tersebut," ungkap Nindyan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved