Tanggapi Keluhan PKL Teras Malioboro 2 soal Penurunan Omzet, Ini Jawaban Sri Sultan HB X
Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara terkait aksi unjuk rasa ratusan pedagang kaki lima (PKL) Teras Malioboro 2
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa ratusan pedagang kaki lima (PKL) Teras Malioboro 2 yang tergabung dalam paguyuban Tridharma pada Kamis (14/12/2023) kemarin.
Adapun dalam tuntutannya, para pedagang mengeluhkan penurunan omzet pascarelokasi dari selasar Malioboro ke Teras Malioboro 2 serta mempertanyakan kejelasan terkait rencana relokasi jilid 2 pada 2025 mendatang.
Sekadar informasi, pembangunan gedung permanen Teras Malioboro 2 yang segera akan dimulai 2024 mendatang terbagi dalam 2 lokasi, pertama di kawasan Ketandan tepatnya belakang toko Ramayana dan di sebelah Teras Malioboro 1.
Total luasan mencapai 5000 meter persegi.
"Kami tetap konsisten, mesti pindah (relokasi Teras Malioboro 2 jilid 2). Dia (para PKL) tahu kalau di situ sementara. Tapi kan pindahnya masih 2 tahunan lagi, baru selesai kira-kira 2025," ujar Sri Sultan HB X, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (15/12/2023).
Lebih lanjut Sri Sultan HB X menyebut bahwa dalam proses Detail Engineering Design (DED) oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY, para PKL Teras Malioboro 2 juga turut dilibatkan di dalamnya.
"Mereka juga partisipasi kok dalam gambar yang kami desain. Mereka juga partisipasi bagaimana tidak ada lagi di muka toilet orang berjualan. Mereka tahu pengalaman yang ada di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2," terang Sri Sultan.
Terkait keluhan para PKL Teras Malioboro 2 soal omzet yang menurun drastis, Sri Sultan HB X menilai dalam berdagang hal tersebut merupakan hal yang wajar.
"Pedagang itu maunya untung terus, tetapi kan ada up and downnya itu mesti terjadi. Pada waktu berjualan itu juga ada musimnya, ya rugi ya untung. Mosok maunya untung terus? Lha kalau kemampuan daya beli masyarakat turun kan juga ikut turun. Itu yang namanya dagang ya gitu, naik turun ya biasa, yang penting tidak bangkrut. Gitu aja. Seninya berdagang kan gitu, industri saja bisa begitu kok," ujar Sri Sultan.
Diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang Kaki Lima (PKL) Teras Malioboro 2 yang tergabung dalam Paguyuban Tridharma berunjuk rasa di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kamis (14/12/2023) pagi.
Aksi tersebut dilatarbelakangi kondisi kesejahteraan para PKL yang menurun drastis pascarelokasi dari sepanjang Jalan Malioboro ke Teras Malioboro 2 serta adanya wacana relokasi jilid 2 yang simpang siur dan tidak spesifik.
Sebab itu, para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Tridharma meminta kebijakan taktis maupun strategis agar kondisi tersebut dapat membaik.
Selain itu, mereka berharap Pemda DIY dapat memastikan bahwa relokasi tahap kedua Teras Malioboro 2 harus partisipatif dan transparan serta paling penting yakni relokasi yang menyejahterakan.
"Pascarelokasi ke Teras Malioboro 2 memang kesejahteraan teman-teman anggota Paguyuban Tridharma jauh menurun, bahkan ketidakmerataan pendapatan di Teras Malioboro 2 sangat terasa sekali," ungkap Ketua Paguyuban Tridharma, Arif Usman, Kamis (14/12/2023).
Ia mengibaratkan, dari 100 persen pedagang, hanya 20 persen saja yang merasakan pendapatan yang bisa dibilang lumayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-HB-X-Jumat-15122023.jpg)