Jangan Sampai Terlambat Beri Vaksin, Ini Gejala Anabul Terjangkit Rabies
Anabul juga bisa terkena rabies jika air liur dari hewan rabies masuk ke mata, mulut, hidung atau luka terbuka anabul Anda.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies.
Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah kelelawar, kera termasuk anjing dan kucing.
Agar pemilik dapat terhindar dari bahaya penularan rabies, maka perlu perhatian khusus yang harus diberikan untuk anabul tersayang.
Pemilik harus turut memperhatikan kesehatan anabul.
Rabies dapat ditularkan ke anabul Anda jika dia digigit hewan rabies lainnya seperti kelelawar atau rakun.
Anabul juga bisa terkena rabies jika air liur dari hewan rabies masuk ke mata, mulut, hidung atau luka terbuka anabul Anda.
Rabies adalah penyakit yang sangat mematikan dengan tingkat kematian 99,9 persen.
Oleh karena itu, sangat penting menjaga anabul kita agar jangan sampai terkena rabies.
Baca juga: Liburan Natal dan Tahun Baru: Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan
Gejala anabul yang terkena rabies
Virus rabies berdampak pada sistim saraf pusat.
Gejala biasanya muncul 3–8 minggu setelah hewan terinfeksi virus rabies.
Berikut adalah ciri anabul yang terkena rabies, yang kamu perlu ketahui :
1. Tampak gelisah atau ketakutan
2. Lebih agresif atau galak dari biasanya
3. Bereaksi berlebihan atau sensitif terhadap cahaya, suara dan sentuhan
4. Air liur berlebih
5. Susah makan dan minum
6. Jalan terhuyung dan susah berjalan
Jika menemukan kondisi anabul eperti ciri tersebut, segera bawa peliharaan ke tenaga kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seekor-kucing-milik-warga-Kota-Yogya-tengah-mendapat.jpg)