APA Kata Tim Kampanye Daerah di Yogyakarta Tanggapi Hasil Survei Elektabilitas Capres

Dua kubu Tim Kampanye Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buka suara soal hasil survei elektabilitas capres 2024

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/KRISTIAN ERDIANTO/NURSITA SARI
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan 

Tribunjogja.com Yogyakarta - Dua kubu Tim Kampanye Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buka suara soal hasil survei elektabilitas capres 2024 terbaru Litbang Kompas.

Ketua TKD AMIN DIY

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agus Sulistiyono, angkat bicara.

"Kami menghargai lembaga survei, ini salah satu buah dari kerja seluruh kekuatan pendukung AMIN yang ada sehingga bisa naik elektabilitasnya,"terang Agus, Senin (11/12/2023).

Kendati begitu, pria yang juga menjabat Ketua DPW PKB DIY itu menegaskan perlunya bekerja keras, untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Anies- Cak Imin, apalagi jika nantinya lolos ke putaran kedua.

"Menurut saya, masyarakat yang berkeinginan untuk adanya perubahan memang luar biasa. Jadi jangan jangan 28,7 persen yang belum menentukan pilihan merupakan masyarakat yang ingin menyuarakan perubahan, bisa jadi," ujar Agus.

Sekadar informasi, angka pemilih bimbang (undecided voters) mengalami lonjakan signifikan dari beberapa kali survei sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan angka sebelumnya yang hanya 15,4 persen, terlihat lonjakan yang cukup signifikan," tulis peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan.

Ketua TKD Prabowo-Gibran DIY

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran DIY Gandung Pardiman bersyukur atas hasil jajak pendapat Litbang Kompas soal elektabilitas Pasangan Capres cawapres dimana pasangan nomor urut 2 Prabowo Gibran tertinggi sebesar 39,3 persen.

Gandung mengatakan banyak lembaga survei yang menempatkan pasangan Prabowo Gibran selalu tertinggi.

Kemudian muncul pula cibiran jika survei tersebut pesanan.

"Namun semua itu terbantahkan dengan hasil survei litbang Kompas. Lembaga ini sangat independen dan sudah diakui independensinya. Terbukti bahwa masyarakat menginginkan pasangan Prabowo Gibran memimpin negeri ini untuk Indonesia maju," kata Gandung, dihubungi Senin (11/12/2023).

Gandung menuturkan ada hal membanggakan lagi dari hasil survei litbang kompas, dimana pasangan momor urut 2 unggul disemua kategori sosio demografis.

Pasangan Prabowo-Gibran menurut Gandung unggul di perkotaan maupun pedesaan dan lain sebagainya.

"Hasil ini membuat kami semakin bersemangat berjuang bekerja keras untuk merealisasikan hasil survei bahkan berusaha melebihi hasil survei memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran. Kami unggul diperkotaan maupun pedesaan," tegas Gandung.

Survei Capres 2024 Terbaru Litbang Kompas

Berikut elektabilitas tiga nama bakal Capres 2024: Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, berdasarkan Survei Litbang Kompas.

Hasil Survei Capres 2024 ini memuat elektabilitas Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Survei ini berlangsung pada 29 November-4 Desember 2023 secara tatap muka dan dibiayai secara mandiri oleh Harian Kompas.

Jajak pendapat ini melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Menggunakan metode itu, survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Berikut elektabilitas Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo berdasarkan Hasil Survei Litbang Kompas dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com:

Merosotnya elektabilitas calon presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo disebabkan karena pergeseran pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan PDI-P.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas Ganjar Pranowo pada Agustus 2023 lalu 34,1 persen, menang tipis dari capres nomor urut 2 Prabowo Subianto 31,3 persen.

Namun, hasil survei Litbang Kompas bulan Desember atau yang terbaru, elektabilitas Ganjar Pranowo merosot menjadi hanya 18 persen.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo yang telah menggandeng putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, melejit ke angka 39,7 persen.

“Melebarnya jarak elektabilitas Ganjar dari Prabowo tak lepas dari pergeseran dukungan yang terjadi pada pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan pemilih Jokowi,” kata peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan, sebagaimana dikutip dari Kompas.id, Senin (11/12/2023).

Bambang menuturkan, tim Litbang Kompas menemukan soliditas pemilih PDI-P pada Pemilu 2019 yang memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo berkurang, dari 60,6 persen pada Agustus 2023 menjadi 40,7 persen pada Desember 2023.

Tim Litbang Kompas juga mendapati pemilih PDI-P yang mendukung Prabowo Subianto meningkat, dari 22,1 persen menjadi 35,1 persen.

Di sisi lain, Tim Litbang Kompas juga menemukan simpatisan Jokowi atau bekas pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 yang mendukung Ganjar beralih ke Prabowo.

Hasil survei pada Agustus 2023 lalu, pendukung Jokowi masih dominan memilih Ganjar Pranowo dengan angka 48,1 persen.

Saat itu, hanya 22,9 persen dari eks pendukung Jokowi yang memilih Prabowo Subianto.

Namun, pada survei Desember 2023, situasi ini terbalik.

Mayoritas bekas pendukung Jokowi saat ini memilih Prabowo Subianto dengan angka 29,8 dan hanya 27,4 persen mendukung Ganjar.

Temuan lainnya dalam survei itu adalah, mayoritas pemilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 kembali memilih mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) tersebut.

Tercatat, hanya sepertiga pendukung Prabowo Subianto pada 2019 yang kini memilih capres nomor urut satu Anies Baswedan.

“Prabowo juga mendapat aliran suara terbesar dari kelompok yang pada Pemilu 2019 tidak menggunakan hak pilih,” tutur Bambang.

Alhasil, hasil simulasi 3 paslon pun menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 39,3 persen.

Prabowo-Gibran unggul cukup jauh dibandingkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (16,7 persen) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (15,3 persen).
Sementara itu, masih ada 28,7 persen responden yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihan mereka.

Debat Capres

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan mengelar debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) peserta Pemilu 2024.

Apa tema debat capres-cawapres Pemilu 2024?

Berikut rangkuman Tribunjogja.com dari laman KPU:

Format Debat.

Pertama untuk debat capres, debat kedua untuk cawapres, debat ketiga untuk capres, debat keempat untuk cawapres dan debat kelima atau yang terakhir untuk debat capres.

Adapun untuk topik atau tema debat, pertama meliputi Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga.

Debat kedua bertema Ekonomi (baik ekonomi kerakyatan, ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur dan Perkotaan.

Debat ketiga bertema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik.

Debat keempat bertema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Dan debat kelima atau terakhir bertema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia dan juga Inklusi.

“Itu yang menjadi tema untuk debat pertama sampai debat kelima dan juga porsi untuk siapa yang akan tampil dalam perdebatan itu,” ungkap Ketua KPU Hasyim Asy'ari.

Berikutnya KPU menurut Hasyim juga telah menyiapkan nama-nama tim panelis untuk masing-masing tema debat.

Namun KPU juga memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pasangan calon 1, 2, dan 3 untuk mengusulkan nama-nama tim panelis yang harus disampaikan kepada KPU hingga Jumat, 8 Desember 2023.

“Kemudian, pembicaraan kita yang keempat soal moderator. KPU juga sudah menyiapkan nama-nama usulan untuk moderator. Jadi moderator itu nanti yang akan memimpin atau memoderasi debat capres-cawapres itu. Masing-masing debat satu sampai debat kelima itu moderatornya ada dua orang, laki-laki dan perempuan. Ini sedang kita matangkan,” tutur Hasyim.

Hal lainnya, Hasyim juga menyampaikan KPU bersama tim paslon telah menyepakati penentuan jumlah undangan yang berhak hadir langsung pada kegiatan debat kandidat.

Disepakati jumlah pendukung masing-masing paslon maksimal adalah 50 orang.

“Jadi KPU akan menyiapkan undangan kepada tim pasangan calon 1, 2, dan 3, 50 orang. Nah tentang siapa-siapa nya kami serahkan kepada masing-masing pasangan calon tentang siapa yang akan diundang atau diberikan undangan tersebut,” ucap Hasyim.

Menutup penyampaian, Hasyim mengumumkan debat pertama, 12 Desember 2023 akan dilaksanakan di Kantor KPU dan debat berlangsung selama 120 menit.

“Tentang siapa saja komposisi tim media televisi yang akan menyiarkan, nanti akan kami informasikan lebih lanjut karena masih pembahasan antara tim KPU dengan tim media televisi,” tutup Hasyim.

Komisioner KPU RI August Mellaz mengatakan, 11 nama tersebut sudah menyatakan bersedia menjadi panelis debat perdana.

"Panelis itu kita sudah mendapatkan konfirmasi dan kesediaan dari 11 orang yang akan jadi panelis untuk debat pertama," ujar August saat dikonfirmasi, Sabtu (9/12/2023).

Ia mengatakan, 11 panelis itu sudah dihubungi untuk kemudian akan dikarantina mulai Minggu (10/12/2023). (Tribunjogja.com/kompas)

 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved