Ujicoba TPST Tamanmartani, DLH Sleman Siapkan 30 Tenaga Kerja
Kegiatan ujicoba mesin ini melibatkan 30-an tenaga kerja yang sebagian diambil dari masyarakat setempat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kontrak Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani, di Kapanewon Kalasan berakhir pada 7 Desember 2023.
Setelah kontrak selesai, PADA pekan kedua bulan Desember ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman berencana melakukan ujicoba mesin untuk memulai operasional atau komisioning.
Kegiatan ujicoba mesin ini melibatkan 30-an tenaga kerja yang sebagian diambil dari masyarakat setempat.
"Kami sudah persiapan. Untuk ujicoba komisioning kita rekrut kurang lebih 30 tenaga kerja. Iya. Kami melibatkan juga masyarakat setempat. Jumlah sementara (tenaga kerjanya) segitu untuk ujicoba. Tapi saat operasional mungkin akan ditambah," kata Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani, Senin (4/12/2023).
Menurut dia, komisioning ini perlu dilakukan guna memastikan mesin yang baru dipasang, bekerja dengan optimal, sebelum nantinya operasional penuh di awal Januari 2024.
TPST dengan luas lahan 1,3 hektar ini memiliki tiga modul pengolahan.
Pengoperasiannya dilengkapi dengan pelbagai macam alat.
Di antaranya mesin conveyor untuk proses pemilihan sampah organik dan plastik.
Kemudian, sampah yang masuk akan dikeringkan untuk kemudian dicacah atau dipotong menggunakan mesin yang bisa membuat sampah memiliki panjang sama 5-10 sentimeter.
Hasil akhirnya sampah bakal diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau sering disebut keripik sampah.
RDF ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Jika sudah beroperasi, TPST Tamanmartani mampu menampung kapasitas maksimal hingga 90 ton sampah per hari.
Di mana satu modul diestimasikan bisa menampung hingga 30 ton sampah per hari.
Namun Epi mengaku tidak muluk-muluk bakal bisa langsung mengoperasikan hingga 90 ton sampah per hari.
Perhitungan tersebut adalah perhitungan maksimum yang mampu diolah.
Tapi realita di lapangan, Ia memperkirakan hanya mampu mengolah hingga 60 ton sampah per-hari dengan 50 persen dari sampah yang diolah tersebut menjadi RDF.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TPST-Tamanmartani-Masuk-Tahap-Lelang-Kedua-Senilai-Rp-74-Miliar.jpg)