Rangkuman Pengetahuan Umum

Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir Perang

Pada awalnya perang Padri merupakan perang antara kaum Padri dengan kaum Adat sebelum akhirnya Belanda ikut campur dalam perang ini.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Wikipedia
Apa itu Perang Padri? Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir 

Dalam serangan tersebut menyebabkan Sultan Arifin Muningsyah melarikan diri dari istana.

Dengan keadaan itu, membuat kaum Adat merasa tertekan sehingga membuat kaum Adat meminta bantuan kepada Belanda untuk melawan kaum Padri.

Pada tanggal 4 Maret 1822, Letnan Kolonel Raaff memimpin pasukan Belanda untuk memukul mundur kaum Padri keluar dari Pagaruyung.

Pertempuran selanjutnya pecah di Baso pada 14 Agustus 1822, dalam pertempuran ini pemimpin pasukan Belanda Kapten Goffinet terluka parah dan meninggal pada 5 September 1822.

Saat itu Belanda juga tengah menghadapi berbagai perang baik di Eropa maupun di Jawa (perang melawan Pangeran Diponegoro) yang menguras dana.

Lalu pada 15 November 1825, Belanda mengajukan gencatan senjata antara pasukan Belanda dengan kaum Padri yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol.

Selama waktu gencatan senjata tersebut, Tuanku Imam Bonjol mencoba menyatukan kembali dua kaum yang sempat berperang.

Kedua kaum yang sempat berperang tersebut akhirnya mampu Bersatu kembali dan menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan Plakat Puncak Pato.

Berakhirnya perang Diponegoro, membuat Belanda kembali berambisi untuk menguasai tanah Minangkabau, lalu Belanda menyerang dahulu nigari Pandai Sikek.

Pada tanggal 11 Januari 1833, kaum Padri dan kaum Adat melakukan serangan ke beberapa kubu pertahanan dari garnisun Belanda.

Belanda akhirnya melakukan tipu muslihat dengan mengeluarkan Plakat Panjang yang berisi pernyataan bahwa Belanda datang untuk berdagang dan menjaga keamanan bukan untuk menguasai.

Akhir

Dengan adanya Plakat Panjang, membuat Belanda dengan leluasa menyusup dan menyerang benteng pertahanan Tuanku Imam Bonjol.

Tuanku Imam Bonjol pun mampu ditangkap oleh Belanda.

Pada akhirnya perang Padri dianggap selesai dan kemenangan jatuh ke tangan Belanda.

(MG Aliawan Ghozali Isnaen)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved