Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi Pelajaran PAI Kelas XI : Khutbah, Tablig, dan Dakwah
Salah satu cara untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar adalah dengan dakwah, tablig, dan khutbah. Berikut ini pengertian beserta ketentuannya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Seorang Muslim yang baik memiliki sikap amar ma'ruf nahi mungkar yang sekaligus sebagai pilar menegakkan agama Islam.
Secara terminologi, amar ma'ruf nahi munkar artinya menyeru kepada kebajikan dan melarang perbuatan yang munkar (tercela).
Adapun salah satu cara untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar adalah dengan dakwah, tablig, dan khutbah.
Ketiganya sama-sama usaha untuk mengajak umat manusia menjauhi kemungkaran dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
A. Pengertian
1. Khutbah
Khutbah secara bahasa artinya memberi nasihat dalam kegiatan ibadah seperti shalat (shalat Jumat, shalat Idul Fitri, Idul Adha, Istisqo, dll), wukuf, dan nikah.
Menurut istilah, artinya kegiatan ceramah kepada sejumlah orang Oslam dengan syarat dan rukun tertentu yang berkaitan dengan keabsahan atau kesunnahan ibadah.
Khutbah diawali dengan hamdalah, shalawat, wasiat taqwa, dan doa.
Baca juga: Materi Pelajaran PAI Kelas VI: Mengimani Datangnya Hari Kiamat
2. Tablig
Secara bahasa, tablig artinya menyampaikan atau memberitahukan dengan lisan. Menurut istilah artinya kegiatan menyampaikan pesan Allah SWT secara lisan kepada satu orang atau lebih untuk diketahui dan diamalkan isinya.
Misalnya Rasulullah SAW memerintahkan kepada sahabat yang datang di majelis untuk menyampaikan suatu ayat kepada sahabat yang tidak hadir.
3. Dakwah
Dakwah jika secara bahasa artinya memanggil, menyeru, mengajak pada sesuatu hal.
Menurut istilah, dakwah adalah kegiatan mengajak orang lain secara lisan dan perbuatan untuk lebih ke jalan Allah SWT.
Kegiatan dakwah tak hanya ceramah, tetapi meliputi aksi sosial yang nyata. Misalnya santunan kepada anak yatim piatu, sumbangan untuk fasilitas umum, dll.
B. Ketentuan Khutbah, Tablig, dan Dakwah
1. Ketentuan Khutbah
a. Syarat Khatib
1) Islam
2) Ballig
3) Berakal sehat
4) Mengetahui ilmu agama
b. Syarat Dua khutbah
1) Khutbah dilaksanakan sesudah masuk waktu dhuhur.
2) Khatib duduk di antara dua khutbah.
3) Khutbah diucapkan dengan suara yang keras dan jelas.
4) Tertib.
c. Rukun Khutbah
1) Membaca hamdallah.
2) Membaca syahadatain.
3) Membaca shalawat.
4) Berwasiat taqwa.
5) Membaca ayat al-Qur’an pada salah satu khutbah.
6) Berdoa pada khutbah kedua.
d. Sunnah Khutbah
1) Khatib berdiri ketika khutbah.
2) Mengawali khutbah dengan memberi salam.
3) Khutbah hendaknya jelas, mudah dipahami, tidak terlalu panjang.
4) Khatib menghadap jamaah ketika khutbah.
5) Menertibkan rukun khutbah.
6) Membaca surat al-Ikhlas ketika duduk di antara dua khutbah.
Baca juga: Materi Pelajaran PAI Kelas IX: Mengenal Tentang Qurban bagi Umat Islam
2. Ketentuan Tablig
a. Syarat Muballig
1) Islam.
2) Ball⊃3;g.
3) Berakal.
4) Mendalami ajaran Islam.
b. Etika dalam menyampaikan tabligh
1) Bersikap lemah lembut, tidak kasar, dan tidak merusak.
2) Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
3) Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama.
4) Materi dakwah yang disampaikan harus mempunyai dasar hukum yang kuat dan jelas sumbernya.
5) Menyampaikan dengan ikhlas dan sabar.
6) Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan, merusak, berselisih, dan mencari-cari kesalahan orang lain.
3. Ketentuan Dakwah
a. Syarat Da’i
1) Islam
2) Baligh
3) Berakal
4) Mendalami ajaran Islam
b. Etika dalam berdakwah
1) Dakwah dilaksanakan dengan hikmah, yaitu ucapan yang jelas, tegas dan sikap yang bijaksana.
2) Dakwah dilakukan dengan nasihat yang baik, yaitu cara persuasif (tanpa kekerasan) dan edukatif (memberikan pengajaran).
3) Dakwah dilaksanakan dengan memberi contoh yang baik (uswatun hasanah).
4) Dakwah dilakukan dengan mujadalah, yaitu diskusi atau tukar pikiran yang berjalan secara dinamis dan santun serta menghargai pendapat orang lain.
(MG Lia Ika Agustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Khutbah-2811.jpg)