Angka Kemiskinan di Kabupaten Bantul pada 2023 Turun 0,31 Persen
Angka kemiskinan makro di Bantul pada 2022 berada di angka 12,27 persen, sedangkan pada 2023 menjadi 11,96 persen.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pergerakan angka kemiskinan makro di Kabupaten Bantul berdasarkan hasil survei sosial ekonomi (Susenas) 2023 mengalami penurunan 0,31 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul, Dedi Cahyono, mengatakan kemiskinan pada 2022 berada di angka 12,27 persen, sedangkan pada 2023 menjadi 11,96 persen.
"Tapi, jika dibandingkan dengan Kabupaten atau kota lain di DIY, untuk penurunan kemiskinan di Kabupaten Bantul 2023 itu menduduki peringkat kedua, setelah Kabupaten Kulonprogo dengan angka 0,75 persen," terangnya kepada awak media, Selasa (21/11/2022).
Disampaikannya, yang membuat angka kemiskinan di Kabupaten Bantul relatif menurun tak lain didorong oleh pantauan terhadap Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
P1 sendiri merupakan ukuran rata- rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap Garis Kemiskinan.
Sedangkan, P2 sendiri merupakan ukuran yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.
Terkait, penyebab angka kemiskinan di Kabupaten Bantul mengalami penurunan, Dedi mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh beberapa faktor.
"Di Kabupaten Bantul itu (terdapat penurunan angka kemiskinan) yang didorong oleh adanya faktor beberapa program penekanan angka kemiskinan dari pemerintah setempat," jelasnya.
"Tapi kami tidak memonitoring program spesifik apa saja yang mampu mendorong penekanan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul," tutup dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Statistik-Kabupaten-Bantul-Dedi-Cahyono.jpg)