Mitos atau Fakta, Bulu Kucing Sebabkan Wanita Mandul
Bulu kucing tidak menyebabkan terjadinya kemandulan. Parasit toksoplasma sendiri disebarkan melalui kotoran kucing bukan pada bulu kucing
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian orang beranggapan kucing dapat membuat wanita mandul, karena parasite toksoplasma yang terdapat pada bulu kucing.
Pada laman Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI disebutkan, berdasarkan studi didapatkan bahwa bulu kucing tidak menyebabkan terjadinya kemandulan bagi wanita.
Faktanya, parasit toksoplasma disebarkan melalui kotoran kucing bukan pada bulu kucing
Selain itu, beberapa satwa seperti burung, ikan, kelinci, anjing, kambing hingga babi serta jenis mamalia lain dapat membawa parasit toksoplasma gondii.
Kotoran Kucing
Kotoran kucing dapat mengandung parasit penyebab infeksi yang disebut toksoplasma.
Kucing yang dipelihara bebas keluar masuk rumah dan berinteraksi dengan lingkungan luar seperti pekarangan rumah, tanah, atau rumput lebih berisiko terkena toksoplasmosis.
Hal itu terjadi akibat dari kucing menelan oosista yang ada di lingkungan atau memakan hewan lain yang mengandung sista Toxoplasma di dalam jaringannya.
Hal yang sama juga terjadi pada kucing yang dibebaskan dalam rumah, dapat bebas memburu dan memakan tikus.
Apabila seekor tikus memiliki sista dalam jaringan tubuhnya, maka kucing yang memakan tikus tersebut dapat menderita toksoplasmosis.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Gigi Berlubang Serta Tindakan Medisnya
Gejala toksoplasma
Gejala toksoplasma mirip seperti flu biasa. Individu yang terinfeksi tokso mungkin mengalami demam ringan, flu dan batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, gangguan pada kulit, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar leher.
Jika Anda tertular toksoplasma saat Anda sedang hamil, atau bahkan beberapa bulan sebelum Anda hamil, parasit ini dapat menyebabkan cacat lahir serius seperti kerusakan mata dan otak pada janin.
Sekitar setengah dari bayi yang terinfeksi tokso lahir prematur.
Kerusakan lainnya dapat timbul berminggu-minggu, bulanan atau tahunan setelah kelahiran, termasuk kerusakan hati dan limpa, ketulian atau gangguan pendengaran, penyakit kuning, kerusakan mata dan masalah penglihatan, diare, muntah, masalah makan, dan ruam kulit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kucing-tidur-di-dada.jpg)