Berita Sleman Hari Ini

Alat Ukur dan Timbang Akurat, Penanganan Stunting di Sleman Jadi Lebih Tepat

Stunting memerlukan penanganan yang tepat. Selain faktor gizi, satu di antara upaya penanganan pada gangguan tumbuh kembang anak ini juga membutuhkan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih saat meluncurkan program Anting-anting Emas di Kalurahan Pandowoharjo Sleman, Selasa (14/11/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Stunting memerlukan penanganan yang tepat. Selain faktor gizi, satu di antara upaya penanganan pada gangguan tumbuh kembang anak ini juga membutuhkan keakuratan dari segi pengukuran berat dan tinggi badan bayi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meluncurkan program Anting-Anting Emas yang merupakan akronim dari alat ukur dan timbang penting untuk penanganan stunting bersama metrologi legal Sleman.

"Tujuan kegiatan ini untuk menjamin dan memastikan alat ukur khususnya alat ukur tinggi badan dan alat timbang, khususnya timbangan berat badan yang digunakan oleh Posyandu di wilayah Sleman sudah benar dan akurat, sehingga diharapkan penanggulangan stunting di Kabupaten Sleman akan lebih tepat," kata Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, saat launching program tersebut di Kalurahan Pandowoharjo, Selasa (14/11/2023). 

Baca juga: Hadapi Pemilu 2024, Puluhan Jaga Warga dan Satlinmas Mergangsan Ikuti Sosialisasi Satpol PP DIY

Akat ukur tinggi badan dan timbangan berat badan dari Posyandu yang selama ini digunakan untuk mengukur berat badan dan tinggi badan bayi ditera ulang.

Keakuratan alat ukur ini dinilai penting untuk memastikan hasil pemantauan yang akurat. Pasalnya, alat ukur yang tidak akurat dapat menyebabkan hasil pemantauan yang salah.

Hal ini dapat berakibat pada kesalahan dalam pengambilan keputusan terkait penanggulangan stunting.

Misalnya, anak yang sebenarnya mengalami stunting, tetapi tidak terdeteksi. Akibatnya, anak tersebut tidak mendapatkan intervensi yang tepat.

Kemudian anak yang sebenarnya tidak mengalami stunting, tetapi justru terdeteksi mengalami stunting. Alhasil, anak tersebut mendapatkan intervensi yang tidak diperlukan.

Karena itu, pelayanan tera atau tera ulang terhadap alat ukur Posyandu menjadi sangat penting. 

"Pada tahun 2023 ini pelayanan tera atau tera ulang terhadap alat ukur di Posyandu di Kabupaten Sleman baru dapat menargetkan untuk melayani 2 Kapanewon. Yaitu Kapanewon Sleman dan Kapanewon Mlati. Di mana sampai saat ini pelayanan tera ulang posyandu sudah dilaksanakan di 4 Kalurahan yaitu Tridadi, Caturharjo, Triharjo, dan di Pandowoharjo," kata Mae.

Di Pandowoharjo ini dilakukan tera ulang terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) sebanyak 50 alat. 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap melalui tera ulang ini, maka alat-alat ukur dan timbangan anak dapat berfungsi dengan baik dan akurat.

Mengingat apabila alat timbangan dan alat ukur tinggi badan tidak berfungsi dengan baik atau kurang akurat, dampaknya cukup berpengaruh terhadap akurasi kenaikan atau penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman.

"Saya berharap program anting-anting emas ini akan mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman," kata Danang. 

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan angka prevalensi Stunting di Kabupaten Sleman berdasarkan Survei Starus Gizi Indonesia (SSGI) mengalami penurunan dari angka 16 persen di tahun 2021 menjadi 15 persen di tahun 2022.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved