Rangkuman Pengetahuan Umum
Peran Santri Dalam Meraih dan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia
Selain dikenal pandai mengaji, para santri ini juga memiliki keberanian untuk berhadapan langsung bersama elemen masyarakat lain melawan penjajah.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM – Dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, seluruh elemen masyarakat Indonesia, tak terkecuali para santri juga ikut serta.
Setelah Indonesia menyatakan merdeka dari penjajahan, Belanda masih berusaha untuk menguasai Indonesia.
Di situ peran santri dan seluruh elemen masyarakat Indonesia bekerja sama untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain dikenal pandai mengaji, para santri ini juga memiliki keberanian untuk berhadapan langsung bersama elemen masyarakat lain melawan penjajah.
Baca juga: Sejarah Penetapannya Hari Santri Nasional
Sebelum kemerdekaan Indonesia
Dahulu para santri yang pergi haji, sering bersinggungan dengan tokoh-tokoh Islam internasional.
Setelah pulang dari haji, para santri ini membawa semangat kemerdekaan agar Indonesia lepas dari penjajahan.
Contohnya ada pada Kongres Nasional pertama Central Syarikat Islam yang dilaksanakan di Bandung pada Juni 1916.
Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang kala itu merupakan ketua Syarikat Islam berpidato soal kehendak Indonesia untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Pidato tersebut menjadi salah satu tonggak penting meraih kemerdekaan Indonesia.
KH Wahid Hasyim sebagai seorang santri juga berperan dalam pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia).
Untuk urusan kontak fisik dengan penjajah, telah tercatat beberapa kali perjuangan santri berperang melawan penjajah.
Perlawanan santri di Sumatera Barat pada tahun 1821 hingga 1828, perang Diponegoro yang dimulai tahun 1825 hingga 1830, serta ada juga Perang Kedongdong di Cirebon yang melibatkan ribuan santri pada tahun 1808 hingga 1819.
Baca juga: Lirik dan Terjemah Lagu Yalal Waton, Sering Dinyanyikan saat Hari Santri Nasional
Setelah kemerdekaan Indonesia
Dalam peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November, para santri yang tergabung dalam lascar Hizbullah dan Sabilillah ikut serta dalam perjuangan melawan Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peran-Santri-dalam-Meraih-dan-Mempertahankan-Kemerdekaan-Indonesia.jpg)