Berita Sleman Hari Ini

Air Selokan Mataram Akan Kembali Mengalir Pada 21 Oktober 2023

Selokan Mataram bakal kembali dibuka setelah ditutup hampir tiga pekan di musim kemarau karena ada pekerjaan rehabilitasi dan pembuatan bangunan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Selokan Mataram di samping pembangunan jalan tol Jogja Bawen di wilayah kabupaten Sleman terlihat kering, Rabu (18/10/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selokan Mataram bakal kembali dibuka setelah ditutup hampir tiga pekan di musim kemarau karena ada pekerjaan rehabilitasi dan pembuatan bangunan ukur di pintu air wilayah Desa Bligo, Magelang.

Rencananya, selokan sepanjang 30,8 kilometer itu kembali dibuka tanggal 21 Oktober 2023, pukul 20.00 WIB. Kendati demikian, debit air yang dialirkan masih menyesuaikan. 

"Menyampaikan informasi pengaliran Bendung Karangtalun. Pembukaan pintu bendung untuk dialirkan ke saluran Mataram dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2023 jam 20.00 WIB," kata Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu -Opak (BBWSSO), Rr. Vicky Ariyanti kepada Tribun Jogja, Rabu (18/10/2023). 

Baca juga: Puluhan Kepala Desa di Klaten Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya


Pengaliran air ke Selokan Mataram di tanggal 21 Oktober 2023 ini lebih cepat dibanding rencana semula yang rencananya ditutup hingga tanggal 31 Oktober 2023.

Menurut dia, pengaliran air di Selokan Mataram lebih cepat karena saluran sudah aman setelah melalui proses perbaikan dan pembuatan bangunan ukur di Bligo.

Pengaliran air menyesuaikan dengan debit dari Sungai Progo

Adapun untuk selokan Van Der Wicjk, pematian air masih sesuai rencana yaitu hingga akhir Oktober 2023.

Pengaliran air rencananya baru bisa dilakukan tanggal 1 November 2023 karena saluran irigasi yang mengalir ke Tempel, Minggir dan Moyudan ini masih ada proses perbaikan di saluran-saluran sekunder, juga tambahan perbaikan karena usulan dari masyarakat. 

"Kami masih belum bisa mengajukan (pengaliran air) yang di Van Der Wicjk mohon maaf. Karena memang masih banyak pekerjaan yang harus disempurnakan, serta sebenarnya juga kami menaati tata tanam di mana terjadi pematian air setahun sekali di bulan oktober untuk Saluran Van Der Wicjk," terang dia. 

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik rencana dibukanya Selokan Mataram lebih cepat dari rencana ini.

Sebab akibat pematian air Selokan Mataram ini dinilai berdampak cukup signifikan di wilayah Kabupaten Sleman

"Alhamdulillah (jika dibuka lebih awal). Kami sebelumnya minta kalau bisa 2 minggu saja ditutupnya. Ternyata tidak bisa. Kemudian kami juga minta 3 Minggu, semoga bisa. Ini sudah tanggal 18 Oktober artinya tinggal tiga hari lagi air bisa dialirkan, terimakasih," kata Kustini. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved