Puisi
Arti dan Makna Puisi 'Sia Sia' Karya Chairil Anwar
Puisi-puisi Chairil Anwar selalu menghiasi dunia sastra dimana karyanya masih terus hidup seperti tak lekang oleh waktu.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Puisi-puisi Chairil Anwar selalu menghiasi dunia sastra dimana karyanya masih terus hidup seperti tak lekang oleh waktu.
Chairil Anwar melalui puisinya memberikan warna tersendiri bagi pembaca karyanya. Salah satu puisi Chairil Anwar yang berjudul 'Sia Sia' yang ditulis pada tahun 1943 yang merupakan salah satu puisi yang cukup banyak dikenal oleh pembaca karya sastra.
Puisi Sia Sia karya Chairil Anwar ini dapat dimaknai sebuah ungkapan perasaan dari seorang perempuan kepada pria yang dimana dapat dilihat pada bait awal Membawaku karangan kembang Mawar merah dan melati putih seperti sebuah gambaran perasaan yang dimiliki oleh perempuan ini dan akan dibawa kepada si pria.
Baca juga: Arti dan Makna Puisi Sajak Orang Lapar Karya W.S. Renda
Tetapi dalam bait berikutnya Chairil Anwar menggambarkan keraguan akan perasaan yang dimiliki terhadap perempuan ini, dimana terdapat kalimat pertanyaan Apakah ini? Cinta? Keduanya tak mengerti.
Pada bagian ini Chairil Anwar seperti menunjukkan bahwa kedua orang ini memiliki keraguan dalam perasaan mereka.
Hingga pada akhir baik terdapat sebuah keputusan dari si pria bahwa ia tidak mau memberi hatinya kepada perempuan ini. Dan memutuskan untuk tetap sendiri hingga dikoyak-koyak sepi.
Baca juga: Makna Puisi Doa Karya Chairil Anwar
Puisi Sia Sia Karya Chairil Anwar
Sia Sia
Penghabisan kali itu kau datang
Membawaku karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
Darah dan suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
(MG Anggita Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/6-Kumpulan-Puisi-Hari-Pahlawan-Karya-Chairil-Anwar-Salah-Satunya-Persetujuan-dengan-Bung-Karno.jpg)