Puisi

Makna Puisi Doa Karya Chairil Anwar

Chairil Anwar penyair legendaris miliki Indonesia, namanya akan terus hadir dalam dunia sastra.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribunnews.com
Chairil Anwar 

TRIBUNJOGJA.COM - Chairil Anwar penyair legendaris miliki Indonesia, namanya akan terus hadir dalam dunia sastra.

Selama hidupnya Chairil Anwar telah menghasilkan banyak karya, mulai dari puisi pertamanya yang berjudul Nisan pada tahun 1942.

Hingga akhir hidupnya Chairil Anwar selalu menjalani hari-hari dengan menulis saking Chairil Anwar begitu mencintai dunia sastra.

Salah satu puisi Chairil Anwar yang cukup terkenal yaitu Doa.

Puisi Doa salah satu puisi Chairil Anwar yang bertema ketuhanan.

Baca juga: Contoh Puisi Menyambut Hari Sumpah Pemuda

Dalam puisi Doa, pembaca dapat merasakan bagaimana unsur spiritual yang dihadirkan oleh Chairil Anwar.

Dalam puisi Doa Chairil Anwar selalu mengulang-ulang kata Tuhanku, dimana kita dapat menafsirkan tentang bagaimana seorang hamba akan selalu membutuhkan Tuhan dalam hidupnya.

Berikut puisi Doa Karya Chairil Anwar

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Cahaya Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu Mu aku bisa mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

(MG Anggita Pertiwi)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved