KRONOLOGI Pesilat di Gresik Tewas Seusai Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk

Seorang pesilat muda bernama Muhammad Aditya Pratama (20) tewas setelah dipukuli saat melaksanakan tahapan ujian kenaikan sabuk.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.istimewa
Ilustrasi 

Namun dengan sekuat tenaga, korban melanjutkan ujian kenaikan sabuk menuju ke pos kedua.

Di pos kedua ini, korban kembali mendapat pukulan dari senior hingga tak sadarkan diri.

Mengetahui korban tak sadarkan diri, anggota perguruan silat langsung membawa korban ke Puskesmas Cerme.

Namun karena kondisinya parah, pihak puskesmas merujuk korban ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

“Saat di RSUD Ibnu Sina Gresik, korban dua kali mengalami koma. Pada Minggu malam, jantung korban sempat berhenti, lalu dilakukan pemeriksaan jantung, bergerak kembali."

"Senin paginya, sebelum malamnya meninggal. Jantung kembali berhenti hingga akhirnya meninggal Senin malam," terangnya.

Sulton Sulaiman menambahkan, berdasarkan hasil autopsi, korban dianiaya menggunakan tangan atau kaki karena tak ada bekas benda tumpul.

Korban mengalami pendarahan otak total hingga pembekuan dan pendarahan di bagian leher.

Selain itu, ditemukan juga retak dan pendarahan tulang rusuk.

“Kemungkinan sementara, penyebab kematian korban bukan dari benda tumpul. Karena tidak ada bekas luka di bagian luar badan korban," tandasnya.

Sementara itu, ayah korban, Ngatrip (48) mengatakan anaknya izin keluar rumah untuk ujian kenaikan sabuk pada Sabtu (7/10/2023) malam.

"Anak saya pamit katanya ada tes kenaikan. Mau naik sabuk biru," jelasnya.

Pada Minggu (8/10/2023) sekira pukul 01.30 WIB, Ngatrip mendapat kabar anaknya tak sadarkan diri dan dibawa ke Puskesmas Cerme.

Korban kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik masih dalam keadaan tak sadar.

Ngatrip mengaku melihat ada luka di bagian kepala anaknya.

"Detak jantungnya normal, tapi ada luka dalam di kepala itu yang jadi penyebabnya," tandasnya.

Saat dirawat kondisi korban terus menurun dan dinyatakan meninggal pada Senin (9/10/2023).

"Setelah diautopsi, jenazah langsung kami makamkan, Selasa dini hari. Mohon doanya semoga husnul khotimah," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved