Berita Kulon Progo Hari Ini
Para Ibu di Hargomulyo Kulon Progo Buat Kerajinan Ecoprint dengan Manfaatkan Bahan Alam
Mereka membuat kerajinan berupa kain Ecoprint, yang dirintis sejak 2020 silam. Hingga kini kerajinan tersebut terus berjalan, bahkan mulai dikenal
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hanya dari lingkungan sekitar disertai kreativitas, produk berkualitas pun bisa dihasilkan.
Itulah yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu rumah tangga di Padukuhan Pucang Gading, Kalurahan Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo.
Mereka membuat kerajinan berupa kain Ecoprint, yang dirintis sejak 2020 silam.
Hingga kini kerajinan tersebut terus berjalan, bahkan mulai dikenal luas.
Baca juga: Peternak di Cangkringan Sleman Diajak Melek Teknologi Melalui Penggunaan IoT dan PLTS Atap
Koordinator Produksi Ecoprint Hargomulyo, Tri Juminingsih mengatakan Ecoprint dipilih karena bahan pembuatannya mudah didapat.
"Sebab cukup mengandalkan dedaunan di sekitar rumah, selain itu lebih ramah lingkungan," kata Tri ditemui pada Selasa (10/10/2023).
Bahan yang biasa dipakai untuk menghasilkan motif adalah daun Jati, daun Lanang, hingga daun Jarak. Bahan ini wajib hadir pada motif Ecoprint Hargomulyo, yang membuatnya memiliki ciri khas tersendiri.
Menurut Tri, proses pembuatan Ecoprint terbilang panjang. Setidaknya diperlukan 4 tahapan dan diperlukan waktu selama 10 hari.
"Harus seperti itu agar warna motifnya awet dan tidak mudah pudar," jelasnya.
Keunikan juga terlihat saat proses mencetak (print) dedaunan pada kain agar menghasilkan motif. Dedaunan disebar sedemikian rupa di atas kain sutra atau katun yang sebelumnya sudah diproses.
Setelah disusun, selembar kain kembali diletakkan di atasnya, lalu ditutup selembar plastik dan tiap ujungnya dilekatkan ke lantai. Para ibu lalu berjalan di atas kain tersebut agar motif alaminya muncul.
Wakil Ketua Ecoprint Hargomulyo, Dhiana Rohmawati mengatakan ada 22 orang dalam kelompok. Seluruhnya merupakan ibu rumah tangga, yang setiap hari mampu menghasilkan 20 kain ecoprint.
Inspirasi datang setelah mereka mendapatkan pelatihan tentang Ecoprint di Kapanewon Kokap. Mulai dari situ, usaha kerajinan Ecoprint mulai dirintis.
"Kain Ecoprint yang sudah jadi kami pasarkan lewat media sosial (medsos), saat ini masih medsos masing-masing anggota," ujar Dhiana.
Harganya bergantung pada jenis kain hingga kerumitan motif. Seperti bahan kain katun di rentang harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per 2 meter dan kain sutra mulai dari Rp 450 ribu per 2 meter.
Meski pemasarannya masih cukup terbatas, namun peminatnya terbilang banyak. Menurut Dhiana, kain Ecoprint Hargomulyo sudah dibeli oleh konsumen dari Jakarta hingga Surabaya.
"Hasil dari penjualan ini sangat membantu menambah penghasilan para anggota kami," katanya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Salah-satu-proses-pembuatan-Ecoprint-alx.jpg)