Berita Pendidikan Hari Ini
Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Pencegah Heat Stress pada Ayam Broiler
"Aplikasi mobile diperuntukan untuk peternak agar memudahkan peternak dalam memonitoring keadaan kandang sehingga mampu memaksimalkan manajemen pemeli
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daging ayam merupakan salah satu daging yang paling umum dikonsumsi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Konsumsinya yang tinggi membuktikan bahwa peternakan ayam memiliki potensi usaha yang tinggi pula.
Laporan Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 mencatat jumlah populasi ayam ras pedaging (broiler) di Indonesia mencapai 2.970.493.660 ekor.
Berdasarkan data tersebut dipastikan industri peternakan ayam broiler merupakan sektor bisnis yang cukup menjanjikan.
Baca juga: Musda Persani DIY Hasilkan Ketua Umum Baru Periode 2023-2027
Bagi seorang peternak, produktivitas ayam merupakan hal yang sangat penting. Apabila ternak memiliki produktivitas yang tinggi maka keuntungan yang akan didapatkan oleh peternak juga akan meningkat.
Akan tetapi, tidak mudah untuk meningkatkan produktivitas mengingat suhu lingkungan yang tinggi dapat mengakibatkan pertumbuhan dan produksi ayam tidak sesuai dengan potensi genetiknya.
Umumnya dampak yang ditimbulkan dari suhu lingkungan yang panas adalah heat stress dimana ayam mengalami kondisi stres karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi suhu dan kelembaban lingkungan.
Guna menyelesaikan permasalahan tersebut Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karya Inovasi (PKM-KI) Universitas Gadjah Mada membuat sebuah inovatif yang diberi nama ADEM sebagai solusi pencegahan heat stress pada ayam.
Tim PKM-KI UGM di bawah bimbingan Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP selaku dosen pendamping dengan ketua Levia Arkananta Sarjono (FAPET UGM), Muhammad Hasani (Elins UGM), Ilyasa Ihsan Yasin (Teknik Mesin UGM), Heva Adli Wijaya (Elins UGM), dan Joshua Tito Amael (Elins UGM) membuat karya inovatif ADEM: Smart Sprinkle sebagai solusi pencegahan heat stress pada ayam broiler.
Levia Arkananta mengatakan alat pencegah heat stress pada ayam broiler ini terintegrasi Internet of Things (IoT).
Seluruh komponen yang telah siap kemudian akan dirangkai hingga menjadi alat yang fungsional yang terhubung dengan aplikasi mobile.
"Aplikasi mobile diperuntukan untuk peternak agar memudahkan peternak dalam memonitoring keadaan kandang sehingga mampu memaksimalkan manajemen pemeliharaannya," ujar Levia, Senin (9/10).
Alat pendeteksi panas suhu lingkungan kandang ini terdiri dari 3 komponen utama yaitu sensor, sprinkle, dan aplikasi mobile.
Adapun sensor yang digunakan meliputi sensor kelembaban, sensor suhu, dan sensor kadar amonia. Adapun sprinkle dipasang pada atap kendang dengan partikel semburan mendekati embun.
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan oleh Levia dan timnya, data kondisi lingkungan yang terbaca oleh sensor akan dikirimkan ke database dan memunculkan notifikasi pada aplikasi mobile.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mahasiswa-UGM-ciptakan-inovasi-pencegah-heat-stress.jpg)