Berita Otomotif Terkini
Mengenal Bobber, Gaya Motor Veteran Perang yang Preteli Motornya
Gaya bobber dibawa oleh para veteran perang dunia II dari Amerika yang tertarik dengan motor Eropa.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu gaya motor yang saat ini banyak dilirik oleh para pegiat modifikasi adalah gaya bobber.
Sejarahnya, gaya bobber dibawa oleh para veteran perang dunia II dari Amerika yang tertarik dengan motor Eropa.
Sehingga saat pulang ke kampung halaman, mereka mempreteli motor Amerika layaknya motor Eropa yang ringan dan cepat.
Umumnya modifikasi motor ini mirip dengan Harley-Davidson atau Triumph.
Karena pada dasarnya kedua motor ini yang dulu sering dapat sentuhan modifikasi gaya bobber .
Baca juga: Yamaha SR400 Bergaya Scrambler dan Flat Tracker Ini Siap Libas Segala Medan
Bagi yang tidak punya Harley, tak perlu sedih, karena sekarang banyak motor yang bisa direka bergaya bobber .
Seperti halnya Byson 2012 150 CC milik Habibullah atau yang akrab disapa Boy ini.
Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jogja ini mengubah Byson bergaya bobber dengan sentuhan Harley-Davidson sportster 48.
Untuk menjadikan byson menjadi bergaya bobber , ia harus memotong sasis, menurunkannya agar lebih pendek, termasuk tangki yang melengkung ke bawah.
Tampilan sportster 48 juga nampak pada footstep yang diubah posisinya lebih maju ke depan agar posisi berkendara lebih nyaman karena memiliki jok rendah.
Zero Drag Handle Stang Bar dengan kesan lurus dipilih seperti layaknya Harley Sportster.
Sesuai sportster 48, penggunaan ban besar di bagian depan dan belakang juga turut mempercantik sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih.
“Karena modelnya motor besar maka saya pakai ban enduro 130. Untuk mesin dan shock depan masih bawaan byson. Agar motor terlihat lebih besar, maka saya juga pasang penutup mesin hand made,” terangnya.
Untuk mempercantik motornya, ia menggunakan lampu belakang yang handmade, lampu depan daymaker dan speedometer digital.
Beberapa tambahan aksesoris seperti tas kulit di samping yang juga handmade.
Bagian tersulitnya adalah spakbor belakang. Karena ada potensi karatan pada saat pengelasan dan penimpaan cat.
Ia harus menjaga lapisan cat karena pada dasarnya ini motor lama yang dibangun ulang.
Baca juga: Christoph Cycle, Bengkel di Sewon Bantul Sulap Motor Jepang Bergaya Inggris Klasik
Byson Bergaya Bobber Lebih Nyaman
Boy mengatakan bahwa byson adalah salah satu jenis motor yang menjadi sasaran para builder.
Kebanyakan banyak yang mengubah bergaya bobber, chopper, cafe racer, hingga jap style.
Semua tergantung selera seseorang untuk membangun motornya.
“Saya pas awal ngebangun juga cari referensi jenis motor, dari beberapa jenis motor kastem saya lebih memilih bobber ,” katanya.
Modifikasi motor pun juga harus disesuaikan dengan gaya berpakaian penunggangnya. Dan menurutnya, bobber bisa dipakai untuk santai, formal maupun rebel.
“Karena ini akan jadi motor harian, maka saya memilih bobber. Karena saya sering bolak-balik kampus. Selain itu, motor ini bisa dipakai di berbagai medan, mau itu aspal, berbatu, tanah atau mendaki,” terangnya.
Ia semakin nyaman berkendara karena jok yang lebih pendek.
Karena bahannya adalah byson, maka motor ini pun tak terlalu berat.
Saat berhenti sambil duduk, ia pun tak perlu memerlukan banyak effort.
Karena banyak peminatnya, saat ini banyak juga bengkel yang menjual motor bobber dengan basic byson. Harganya di kisaran Rp 18 juta.
“Tapi kalau mau lebih unik maka perlu budget lebih yang membuatnya agak mahal, di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 27 juta,” tandasnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengenal-Bobber-Gaya-Motor-Veteran-Perang-yang-Preteli-Motornya.jpg)