Christoph Cycle, Bengkel di Sewon Bantul Sulap Motor Jepang Bergaya Inggris Klasik
Tren modifikasi motor saat ini telah berkembang pesat dan banyak gaya telah diterapkan untuk memodifikasi motor, salah satunya British Style.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tren modifikasi motor saat ini telah berkembang pesat dan banyak gaya telah diterapkan untuk memodifikasi motor, salah satunya British Style.
Christoph Cycle, bengkel modifikasi motor di Sewon Bantul sukses menyulap Kawasaki Binter Merzy KZ200 pabrikan Jepang dengan gaya British.
Gaya ini nyaman dikendarai karena setang berdesain pull back yang mendukung kenyamanan pengemudi.
Selain sentuhan chrome sebagai ciri khasnya, di sektor lain untuk memunculkan kesan lawas juga dipikirkan, mulai dari desain jok, knalpot, hingga lampu-lampu yang berbentuk bulat.
Baca juga: Puluhan Warga Maguwoharjo yang Tolak Nilai Appraisal Tol Jogja-Solo, Kini Terpaksa Tandatangan
“Motor ini sebenarnya sudah lawas, tapi dibuat lebih jadul atau klasik. Tangki yang kita bikin bundar, setang juga dikasih palang,” kata Frederick P Aditya, pemilik Christoph Cycle.
Secara pribadi, Erick, sapaan akrabnya suka suara dari Binter Merzy karena mendekati suara motor gede. Maka dari itu, dari sisi mesin, ia tak banyak melakukan perubahan.
“Untuk mesin, selama ini standar, biar lebih aman untuk ownernya. Motor jenis ini masih banyak beredar, walaupun beberapa harus dilakukan restorasi engine,” ujarnya.
“Karena motor ini kelahiran tahun 80-86, jadi harus ada tambahan untuk repair engine, seperti piston, noken, klep, walaupun itu juga tergantung perawatannya,” imbuhnya.
Bentuk Menyesuaikan Fisik Pengendara
Sebagai perias motor, Erick pun harus menyesuaikannya dengan kebutuhan pemiliknya.
Menurutnya, modifikasi motor harus disesuaikan pengguna atau owner. Karena pada dasarnya, motor itu tetap melaju di jalanan, maka harus dibuat senyaman mungkin.
Dan dalam memodifikasi Binter Merzy milik Iwan Taufiq yang merupakan warga Jogja ini, Erick mendesainnya sesuai dengan postur tubuh owner yang kecil.
“Karena owner postur kurang gede, maka kita bikin jok lebih melengkung, biar posisi badannya lebih enak saat berkendara,” ujarnya.
Motor yang belakangan didisplay dalam event Bold Riders Yogyakarta ini diwarnai sesuai dengan permintaan owner. Karen pemiliknya suka dengan band Pink Floyd, maka motor tersebut sah bergaya Inggris sesuai asal band bergenre progressive rock tersebut.
“Karena owner suka Pink Floyd, jadi dibikin garis rainbow untuk tangki. Tangki kita buat sendiri, karena disesuaikan dengan owner yang tidak begitu besar, jadi tangki dibuat lebih slim,” tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kawasaki-Binter-Merzy-KZ200-bergaya-British.jpg)