Berita Otomotif Terkini
Mengenal Bobber, Gaya Motor Veteran Perang yang Preteli Motornya
Gaya bobber dibawa oleh para veteran perang dunia II dari Amerika yang tertarik dengan motor Eropa.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Bagian tersulitnya adalah spakbor belakang. Karena ada potensi karatan pada saat pengelasan dan penimpaan cat.
Ia harus menjaga lapisan cat karena pada dasarnya ini motor lama yang dibangun ulang.
Baca juga: Christoph Cycle, Bengkel di Sewon Bantul Sulap Motor Jepang Bergaya Inggris Klasik
Byson Bergaya Bobber Lebih Nyaman
Boy mengatakan bahwa byson adalah salah satu jenis motor yang menjadi sasaran para builder.
Kebanyakan banyak yang mengubah bergaya bobber, chopper, cafe racer, hingga jap style.
Semua tergantung selera seseorang untuk membangun motornya.
“Saya pas awal ngebangun juga cari referensi jenis motor, dari beberapa jenis motor kastem saya lebih memilih bobber ,” katanya.
Modifikasi motor pun juga harus disesuaikan dengan gaya berpakaian penunggangnya. Dan menurutnya, bobber bisa dipakai untuk santai, formal maupun rebel.
“Karena ini akan jadi motor harian, maka saya memilih bobber. Karena saya sering bolak-balik kampus. Selain itu, motor ini bisa dipakai di berbagai medan, mau itu aspal, berbatu, tanah atau mendaki,” terangnya.
Ia semakin nyaman berkendara karena jok yang lebih pendek.
Karena bahannya adalah byson, maka motor ini pun tak terlalu berat.
Saat berhenti sambil duduk, ia pun tak perlu memerlukan banyak effort.
Karena banyak peminatnya, saat ini banyak juga bengkel yang menjual motor bobber dengan basic byson. Harganya di kisaran Rp 18 juta.
“Tapi kalau mau lebih unik maka perlu budget lebih yang membuatnya agak mahal, di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 27 juta,” tandasnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengenal-Bobber-Gaya-Motor-Veteran-Perang-yang-Preteli-Motornya.jpg)