Sumbu Filosofi Yogyakarta

Disbud DIY Beberkan 7 Rekomendasi UNESCO Soal Pengelolaan Sumbu Filosofi

UNESCO telah memberi 7 rekomendasi untuk ditindaklanjuti Pemda DIY terkait pengelolaan kawasan Sumbu Filosofi Jogja.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
visitingjogja
Peta Sumbu Filosofi Keraton Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sumbu filosofi telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO .

UNESCO pun telah memberi 7 rekomendasi untuk ditindaklanjuti Pemda DIY terkait pengelolaan kawasan Sumbu Filosofi Jogja.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, Pemda DIY diminta menguraikan secara lebih terperinci penerapan pendekatan Historic Urban Landscape dalam mengelola tekanan pembangunan perkotaan di Jogja.

Juga menyempurnakan indikator-indikator pemantauan agar memadai untuk mengukur kondisi konservasi berdasarkan Nilai-Nilai Universal yang Luar Biasa (Outstanding Universal Values) yang ditetapkan UNESCO .

Baca juga: Sumbu Filosofi Jadi Warisan Dunia, Pemda DIY Siapkan Langkah Pengelolaan Berbasis Budaya dan Ekonomi

"Ketiga, mempertahankan moratorium pembangunan hotel dan memastikan pelaksanaannya di zona penyangga, sembari menyelesaikan kajian daya dukung dan membuat peraturan khusus yang secara permanen akan mencegah pembangunan gedung-gedung tinggi," ujar Dian, Selasa (3/10/2023).

Rekomendasi keempat adalah melanjutkan penerapan proses relokasi sukarela permukiman informal di dalam kawasan dengan memastikan bahwa hak dan kebutuhan masyarakat tetap terlindungi.

Yang dimaksud poin tersebut adalah proses relokasi warga terdampak proyek revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta .

Bangunan cagar budaya itu saat ini tengah dipugar ke wujud aslinya.

Kemudian kelima, mempertimbangkan kemungkinan untuk memperluas batas dan zona penyangga di beberapa bagian kawasan di masa mendatang dengan mengajukan permintaan sedikit perubahan batas agar pengelolaan tekanan pembangunan perkotaan lebih efektif.

Keenam, melanjutkan pengembangan rencana manajemen risiko bencana untuk kawasan, termasuk pelatihan pengurangan risiko dan tanggap bencana.

Dan ketujuh, menerapkan pedoman penilaian dampak warisan budaya yang baru saja diselesaikan, dan memastikan bahwa semua pembangunan perkotaan yang besar, pariwisata, dan proyek infrastruktur yang dapat berdampak pada kawasan dikomunikasikan kepada Pusat Warisan Dunia sesuai dengan paragraf 172 Pedoman Operasional Pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia.

Dian mengungkapkan, akan ada program besar yang dirancang di Sumbu Filosofi Jogja.

Rencana program ini sudah dilaporkan jauh sebelum penetapan.

"Sebenarnya kalau pengembangan tidak kemudian berubah, enggak. Cuma ada program besar yang memang sudah kita rancang," katanya.

Dian menjelaskan, program besar yang dimaksud yaitu Jogja Planning Gallery (JPG) dan Teras Malioboro .

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved