Berita Bantul Hari Ini
Sebaran TBC di Bantul Capai 678 Kasus di Triwulan Pertama dan Kedua 2023
Sebaran TBC di Bantul pada triwulan pertama 2023 mencapai 371 kasus TBC . Sedangkan, pada triwulan kedua 2023 mencapai 307 kasus TBC.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memantau sebaran pergerakan kasus Tuberkulosis (TBC) pada 2022 dan 2023.
Dari hasil pantauan tersebut, terdapat pergerakan yang cenderung fluktuatif.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bantul , Samsu Aryanto, menyebut, sebaran penyakit TBC di Bumi Projotamansari pada triwulan pertama dan kedua 2023 menyentuh angka 678 kasus.
"Sebaran TBC pada triwulan pertama 2023 mencapai 371 kasus TBC . Sedangkan, pada triwulan kedua 2023 mencapai 307 kasus TBC ," katanya kepada Tribunjogja.com, Minggu (24/9/2023).
Sedangkan, sebaran TBC pada triwulan pertama dan kedua 2022, menyantuh angka 627 kasus TBC .
Baca juga: Ditemukan 3.705 Orang di DI Yogyakarta Terjangkit TBC Hingga September 2023, Ini Upaya Dinkes
Di mana, pada triwulan pertama 2022, terdapat 322 kasus TBC dan pada triwulan kedua 2022, terdapat 305 kasus TBC di Bumi Projotamansari.
Namun, jika sebaran kasus TBC pada triwulan pertama dan kedua 2023 dilakukan perbandingan dengan triwulan ketiga dan keempat 2022, maka tercatat mengalami penurunan yang signifikan.
Pasalnya, pada triwulan ketiga dan keempat 2022, mampu menyentuh 868 kasus TBC .
Data itu diperoleh dari pantauan Dinkes Kabupaten Bantul di Bumi Projotamansari pada masing-masing triwulan ketiga dan keempat 2022 yang tecatat ada 434 kasus TBC .
Adapun faktor penyebab munculnya kasus TBC tersebut yakni adaya bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru manusia.
Artinya, jika terdapat suatu lingkungan yang terkontraminasi bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan dihirup oleh orang, maka dengan mudah orang tersebut terpapar kasus TBC.
"Faktor penyabab munculnya TBC itu ada faktor lingkungan, riwayat kontak, riwayat imunisasi dan perilaku," jelas Samsu.
Lanjutnya, kasus TBC tersebut dapat menyerang semua golongan usia.
Baca juga: Pemda DIY Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, Target Wujudkan Eliminasi TBC pada 2030
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya dan berkomitmen untuk menuntaskan masalah TBC melalui berbagai hal.
Satu di antaranya dengan upaya rencana aksi daerah (RAD) yang mana telah digencarkan sejak beberapa tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)