Resepsi Pernikahan di Pasar Ngijon
Viral Resepsi Pernikahan di Pasar Tradisional di Sleman, Libatkan Puluhan Pedagang
Dari jenang, cenil, getuk, bakso hingga menu angkringan, semuanya lengkap tersedia untuk para tamu undangan yang hadir di Pasar Ngijon
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aneka jajanan tradisional serta keramahan para pedagang menyambut tamu undangan yang hadir di resepsi pernikahan pasangan asal Sleman, Aryanda Ahmad Muttaqien dan Rahma Matsna Aulia.
Dari jenang, cenil, getuk, bakso hingga menu angkringan, semuanya lengkap tersedia untuk para tamu undangan.
Lokasi resepsi pernikahan yang dipilih juga terbilang unik, sebab tak digelar di rumah, gedung maupun hotel melainkan di pasar tradisional Ngijon, Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Minggu (10/09/2023).
"Awalnya mau resepsi pada umumnya di gedung gitu. Tapi ada usulan dari beberapa pihak, bagaimana kalau diadakan di pasar saja? kebetulan juga rumah saya di utara pasar (Ngijon)," kata Rahma Matsna Aulia kepada Tribun Jogja, Selasa (12/9/2023).
"Kami juga melibatkan pedagang-pedagang yang berjualan di sana, terutama makanan tradisional. Karena memang tamu kami dari berbagai kalangan, kami sekaligus ingin menunjukkan bahwa makanan pasar itu juga bisa dijadikan hidangan (di resepsi pernikahan) dan nggak kalah sama hidangan pada umumnya yang biasa tersedia di acara pernikahan," tambahnya.
Di samping itu, lanjut Rahma, alasan melibatkan para pedagang dalam resepsi pernikahan lantaran ingin membantu UMKM yang terdampak selama pandemi Covid-19.
"Nah sekaligus untuk meningkatkan penghasilan dan juga mempromosikan berbagai macam makanan yang dijual di pasar," tambahnya.
Baca juga: Lirik Lagu dan Terjemahan Good & Great - KEY, I’m Good I’m Great I Work Get Paid
Rahma mengatakan, jumlah pedagang pasar yang dilibatkan lebih dari 15 orang.
"Kalau jumlah pastinya saya belum dapat informasinya, karena sampai H-1 resepsi masih ada yang mau bergabung. Alhamdulillah para pedagang merespon positif permintaan kami," kata Rahma.
"Tamu pun bisa membungkus jajanan yang tersedia untuk dibawa pulang, karena memang konsepnya seperti berjualan di pasar pada hari-hari biasa. Hanya saja, kemasannya memang seperti makanan-makanan di acara nikahan," lanjutnya.
Tak hanya pedagang, resepsi pernikahan Aryanda Ahmad Muttaqien dan Rahma Matsna Aulia turut melibatkan beberapa paguyuban kesenian seperti Tari Badui dan Paraga Kirab untuk memberikan hiburan kepada para tamu sebelum rangkaian resepsi digelar.
"Untuk itu mohon maaf kepada para pengguna jalan yang terganggu karena kami sempat menutup jalan guna rangkaian tersebut," kata Rahma.
Diakuinya, tantangan terbesar adalah untuk dekorasi tempat. Sebab dekorasi di gedung berbeda dengan di pasar.
Pengerjaan dekorasi di pasar harus menyesuaikan dengan aktivitas para pedagang. Bahkan untuk memasang dekorasi resepsi pernikahan adiknya tersebut memakan waktu satu minggu.
"Kendalanya mungkin karena harus setting dekorasi dan lainnya setelah pedagang selesai berjualan, jadi memang memakan waktu beberapa hari. Dimulai dari mencicil mengubah setting layout pedagang, pasang tenda, hiasan, dekorasi, dan lain sebagainya," kata Rahma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Viral-Resepsi-Pernikahan-di-Pasar-Tradisional-di-Sleman-Libatkan-Puluhan-Pedagang.jpg)