Putih putih di Tempe
Viral Medsos, Ada ‘Putih-putih’ di Pinggiran Tempe, Apa Benar Itu Pertanda Basi? Ternyata Bukan
Media sosial dihebohkan dengan pertanyaan apakah putih-putih di pinggiran tempe adalah tanda bahwa tempe itu basi? Ini penjelasannya
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
1. Warna tempe
Tempe yang sudah tak layak konsumsi, umumnya sudah berubah warna menjadi kecokelatan atau bahkan menghitam.
“Tempe yang sudah kecokelatan atau hitam itu karena kedelainya sudah ada proses pembusukkan pada tempe,” terang Anna.
Sehingga jika tempenya masih berwarna kuning dan jamurnya berwarna putih, maka bisa dikonsumsi.
2. Aroma tempe
Tempe yang sudah memiliki aroma atau bau menyengat, itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
“Bau menyengat atau sangit menandakan tempe sudah mengalami pembusukkan,” jelas Anna.
Sedangkan, tempe yang baik untuk dikonsumsi memiliki aroma jamur segar khas dan tidak menyengat.
3. Tekstur tempe
Jika sudah terasa lembek dan mudah hancur saat disentuh, tempe tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
“Butiran kedelai mudah lepas atau hancur juga menjadi ciri kualitas tempe yang sudah menurun,” ungkapnya.
Apabila tempe terasa keras dan padat saat disentuh atau ditekan perlahan, maka bisa dikonsumsi.
Anna menuturkan, sebaiknya simpan tempe di dalam kulkas karena dapat bertahan lebih lama dibanding dibiarkan begitu saja di dapur.
“Kalau di suhu ruang, hanya dua sampai tiga hari. Kalau di kulkas, bisa satu hingga dua minggu,” tuturnya.
Apabila lebih dari itu, tempe akan membusuk dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan jika dikonsumsi.
Baca juga: Cerita Abigail Manurung, Mahasiswa UGM yang Viral Ngomong Bercyandya: Eneg Sama Suara Sendiri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tempe-putih-putih.jpg)