Honda Gyro X, Motor Roda Tiga Pengantar Barang yang Stabil saat Bermanuver

Sepeda motor mini semakin banyak diminati, meski ukurannya yang kecil bukan berarti motor tersebut hanya digunakan untuk anak kecil.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Santo Ari
Tampilan motor roda tiga Honda Gyro X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepeda motor mini semakin banyak diminati, meski ukurannya yang kecil bukan berarti motor tersebut hanya digunakan untuk anak kecil.

Bahkan motor mini saat ini telah menjadi mainan orang dewasa, termasuk menjadi objek hobi atau kolektor di kalangan tertentu.

Dengan tampilan yang lucu dan imut, motor mini pun banyak diminati seiring dengan berkembangnya komunitas motor mini di Indonesia.

Baca juga: Adisutjipto Ultra Obstacle Run 2023, Lomba Lari 24 Jam di Landasan Pacu Akan Digelar di Yogyakarta

Salah satu motor mini yang menarik mata saat melintas di jalan adalah Honda Gyro X, yang merupakan motor roda tiga buatan Jepang.

Dengan keunikan tersebut, Christian Dwiki, memboyong Honda Gyro X menjadi salah satu koleksinya.

“Tertarik karena bentuknya lucu, dan motor yang cukup rare di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan mesin 2Tak 50 CC, motor mini tersebut sering salah diartikan sebagai skuter listrik oleh orang-orang. Hal itu lantaran stereotype orang-orang yang melihat bahwa motor listrik hanya berukuran kecil dan tidak bisa digeber seperti motor berbahan bakar fosil.

Dwiki mengungkapkan, di negara asal motor ini, Honda Gyro yang pertama kali diluncurkan tahun 1982 ini banyak digunakan masyarakat untuk berniaga atau untuk mengantarkan barang.

Pasalnya ciri khas motor ini selain roda tiga adalah memiliki rak di bagian depan dan belakang.

Gyro pun sempat hadir di pasar Amerika Serikat dan Kanada pada 1984-1986. Dan setelah 2008, Honda akhirnya mengeluarkan Gyro dengan mesin 4T.  

Sampai sejauh ini Honda Gyro memiliki beberapa varian, selain Gyro X ada pula Gyro Up dan Gyro Canopy.  

Bagi Dwiki, memiliki Gyro X menjadi kesan tersendiri. Motornya yang dibuat tahun 1998 tersebut terlihat retro dengan aksen tegas pada body-nya. Retro sekaligus terlihat ala-ala mecha. Ia sendiri, tak berniat untuk memodifikasi motornya tersebut.

“Sengaja tidak dimodif, karena dari standar pabrik sudah lucu. Tapi motor ini memungkinkan untuk dimodifikasi. Misalnya ada yang menaikkan kemampuan mesin sampai 80CC sehingga lebih kencang, ada pula yang mengganti ban sehingga bentuk seperti kendaraan tempur,” ucapnya.  

Meski asli tanpa diubah, motor miliknya sempat dipamerkan di booth komunitas motor mini Jogja dalam Indonesia Custom Show belum lama ini.
 
Feeling Berkendara 

Gyro X terasa sangat nyaman dikendarai meski dirancang sebagai tilting three wheel, atau kendaraan roda tiga yang bodi utama bisa mengayun miring saat berbelok atau berhenti.  

“Motor ini bisa melaju sampai 60km/jam, tapi karena ini buatan Jepang dan di sana mungkin ada aturan batas kecepatan, jadi motor jenis ini kalau menyentuh angka 40 akan ada indikator lampu di speedometernya yang menyala, biar orang-orang nggak ngebut,” ungkap Dwiki.

Menurutnya, jika motor jenis ini dipasarkan di Indonesia, tentu akan banyak menarik minat para ibu rumah tangga.

“Ibu-ibu pasti senang, karena motor ini tidak kencang, tapi irit, bisa dibuat belanja atau berniaga karena rak depan dan belakangnya,” ucapnya.

Mekanisme yang diterapkan di Gyro dapat mengayunkan bodi depan ke kiri atau ke kanan, sementara roda bagian belakang tetap di posisinya. Dengan demikian, motor ini dapat stabil meski bermanuver.

“Meski bisa diayunkan saat menikung, tapi kita tidak akan jatuh. Motor ini pelan, tapi bisa lincah karena kita bisa bermanuver seperti pembalap-pembalap,” pungkasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved